Selasa, 02 Juni 2026
  • Home
  • SIAK
  • Wabup Siak Terima Kunjungan Tim TTP Pusat
Rabu, 25 Januari 2017 18:40:00

Wabup Siak Terima Kunjungan Tim TTP Pusat

Oleh: Atok
Rabu, 25 Januari 2017 18:40:00
BAGIKAN:
Atok
Wabup Siak H Alfedri, bersama Tim TTP Pusat

SIAK (POROSRIAU.COM) - Wakil Bupati Siak H Alfedri menerima Kunjungan Tim TTP Pusat, Puslitbanghorti, dan Tim TTP Kabupaten Siak di Ruang Rapat Pucuk Rebung, Rabu (25/1/2017) siang.

Tujuan dari pertemuan tersebut sebagai laporan perkembangan rencana kerja serta harapan untuk didukung dari Pemkab Siak dalam menjalankan program yang telah dibuat oleh Presiden Joko Widodo, terutama terhadap Taman Teknologi Pertanian Kabupaten Siak yang ada di Kecamatan Sungai Mandau.

Dalam pemaparannya, Dr Kuntoro Boga Andri Kepala Balai TTP Provinsi Riau menjelaskan, pertemuan ini terkait dengan kemajuan serta rencana kerja yang juga memasuki tahun ke 2 pada saat ini kepada pemerintah Kabupaten Siak, untuk itu perlunya dukungan Pemerintah Daerah terhadap pemantapan Program TTP ini sangat diharapkan.

Apalagi menurut dia Taman Teknologi Pertanian ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi apabila bisa berjalan dengan baik.

"Kami berpikir bahwa TTP perlu adanya integrasi dari pemerintah kabupaten serta dukungan, untuk itu kami berharap agar tpp akan lebih maju, itu berkat sarana dan prasarana telah disediakan oleh Pemerintah Daerah," paparnya.

Beliau juga menjelaskan, untuk lokasi Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang dikembangkan berdasarkan beberapa panduan terhadap pengembangan lokasi sesuai syarat yang memiliki aksebilitas yang baik serta mendapat dukungan dari Pemkab, serta insfrastrutur mendukung berada di Muara Kelantan Kecamatan Sungai Mandau dengan luas 1.625,9 hektar serta untuk luas sawah 275 hektar.

Selain itu, TTP juga merupakan sebagai Pusat Pengembangan Pertanian diantaranya melakukan pengembangan perbenihan padi, bawang merah dan pertanian lainnya.
Berdasarkan permintaan pasar yaitu padi, sawit, ikan itik sapi. Namun yang akan dikembangkan saat ini padi, sapi, itik dan ikan.

Sedangkan untuk penentuan perbenihan yaitu targetnya seluas 3500 Ha, dengan kebutuhan benih di Siak mencapai 70 ton padi. Untuk kebutuhan di Riau terhadap benih mencapai 1.429 ton yang nantinya tentu ditentukan lokasi terhadap perbenihan nya.

Selanjutnya, Budimarwoto dari Tim Teknis Puslitbanghorti juga mengatakan, ini merupakan kawasan percontohan serta merupakan pusat pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada daerah. Untuk itu, ini perlu di dukung kedepan jika ingin orang belajar terhadap program ini mereka bisa datang ke Siak.

Selain itu juga, berdasarkan amanah yang telah dibuat oleh Presiden Joko Widodo, melalui TTP ini bisa mejalankan pertumbuhan ekonomi kususnya di Kabupaten Siak hingga ke Provinsi Riau.

"Ini juga merupakan sebagai gambaran kontribusi TTP siak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, harapan saya dengan adanya kegiatan produksi ini bisa berkembang ke daerah lain yang berawal dari Siak ini," katanya.

Menurut dia, satu poin yang terpenting adalah bagaimana Taman Teknologi Pertanian bisa melahirkan wirausaha, untuk itu, calon wirausaha ini bisa belajar serta mandiri yang didukung dari Pemkab untuk membuka pusat pusat usaha baru. Selain itu juga kerjasama dengan perguruan tinggi perlu dijalin dengan baik, namun pada hakekatnya akan menjalin jaringan kuat terhadap semua komponen yang tujuannya membangun sistem pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih baik lagi.

"Harapan saya pada saatnya nanti proses pengalihan dari kami ke Pemda bisa berjalan mulus serta menjadi penopang ekonomi di Kabupaten Siak," terang dia.

Wakil Bupati siak Alfedri mengatakan, ini bisa memberikan gambaran bagi kita untuk pelaksanaaan kegiatan pada 2017 terhadap Taman Teknologi Pertanian. Untuk itu, kami menyambut baik apa yang menjadi tujuan dari program Taman Teknologi Pertanian baik dari program pusat maupun pemerintah daerah, sehingga ini bisa kita lakukan pengendalian terhadap kegiatan kegiatan yang akan dilaksanakan.

"Apalagi program pendampingan ke depan yang telah dijelaskan terhadap kegiatan unggulan yaitu pembenihan padi, itik dan bawang merah. Tentunya program ini kita dukung terhadap swasembada pangan, sedangkan kendala yang terjadi pada saat ini masalah lahan, sehingga kami mengajukan pinjam pakai ke Kementrian Kehutanan. kita juga harus fokus terhadap pengembangan serta peluang bisnis, ini yang sangat tepat bagai mana menjadi sentral pembenihan bibit di Riau, apalagi ini sangat memberikan manfaat bagi Pemerintah Daerah terhadap dampaknya untuk membantu dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi," tandasnya. (Rls Hms/Atok)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Tokoh Masyarakat Tenayan Raya Dukung Dan Siap Menangkan Firdaus-Rusli

    8 tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Puluhan tokoh masyarakat Tenayan Raya bersilaturahim dengan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Riau Dr Firdaus MT- Rusli Effendi di Posko Relawan Firdaus-Rusli Membara Jalan Sudirman Pekanbaru tengah malam tadi.

  • Dana Desa 2016 Masih Nyangkut Rp36 M, Pemerintah Pusat Dinilai Zholimi Perangkat Desa di Siak

    9 tahun lalu

    SIAK (POROSRIAU.COM) - Dana Desa (DD) Triwulan III tahun anggaran 2016 yang disebut-sebut akan dialokasikan untuk berbagai kegiatan di tingkat Desa/Kampung di Kabupaten Siak, hingga memasuki akhir Januari 2017 ini ternyata tak kunjung dicairkan oleh Pemer

  • Syafruddin Atan Wahid : Kemenangan PKS Dan Paslon 02 adalah Satu Paket Menuju Indonesia Menang

    7 tahun lalu

    DUMAI (POROSRIAU.COM) - Sosok Calon Anggota Legislatif (Caleg) 2019 Kota Dumai yang maju mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) 2 ini, sudah tidak asing lagi dikalangan birokrasi Pemerintah Daerah Kota

  • DPRD Menggelar Rapat Paripurna Pengesahan APBD Bengkalis 2018

    9 tahun lalu

    Setelah dibahas bersama sesuai mekanisme sebagaimana diamanatkan peraturan perundang-undangan, hari ini, Rabu, 29 November 2017, Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Ranperda APBD) Kabupaten Bengkalis, disetujui dan d

  • Jemput Bola Kejar Dana APBN, Wakil Bupati Dan Ketua DPRD Meranti Beserta Kepala Desa Sambangi Beberapa Kementrian

    8 tahun lalu

    Kondisi APBD Kepulauan Meranti yang terus menurun kini berkisar diangka 1.1 Triliun rupiah dinilai tak cukup untuk menggesa pembangunan Kabupaten dalam rangka mengejar ketertinggalan, apalagi sebagai Kabupaten baru yang masih seumur jagung.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.