Senin, 15 Juni 2026
  • Home
  • VIRAL
  • Rupiah Ambruk ke Rp 14.655 per Dollar AS
Kamis, 30 Agustus 2018 11:23:00

Rupiah Ambruk ke Rp 14.655 per Dollar AS

Oleh: Redaksi
Kamis, 30 Agustus 2018 11:23:00
BAGIKAN:
Ilustrasi.(Foto:Int)

JAKARTA(POROSRIAU.COM)--Meski indeks dollar turun dalam lima hari perdagangan, rupiah gagal memanfaatkan kondisi. Rupiah justru makin melemah dan mencatat level terendah baru tahun ini.

Kamis (30/8), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) melemah 0,08% ke Rp 14.655 per dollar Amerika Serikat (AS). Sejalan, rupiah di pasar spot pun berada di level Rp 14.655 per dollar AS, melemah 0,07% dari penutupan kemarin.

Rupiah berada di atas level Rp 14.600 sejak Kamis pekan lalu. Hal ini didorong oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS pada bulan September nanti.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail menyebut, indeks dollar AS diperkirakan menguat di kisaran 94,50—94,90. Mata uang dollar AS juga berpeluang menguat terhadap hampir seluruh mata uang utama dunia.

Penguatan dollar AS disokong oleh naiknya pertumbuhan ekonomi AS di triwulan kedua sebesar 4,2% (qoq) dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar 4% (qoq). Selain itu, data Core Personal Consumption Expenditure (PCE) di kuartal kedua juga naik sebesar 2% (qoq) atau sesuai dengan prediksi.

Naiknya revisi pertumbuhan ekonomi AS di kuartal kedua memberikan sinhyal positif bagi naiknya inflasi inti di bulan Juli yang diperkirakan mencapai 2%. “Hal tersebut dapat mendorong keyakinan The Fed untuk menaikkan suku bunga di bulan September,” ujar Mikail dalam riset, hari ini.

Sentimen tersebut berpotensi menekan rupiah pada hari ini. Mikail memproyeksikan, rupiah akan bergerak di rentang Rp 14.600—Rp 14.660 per dollar AS sepanjang hari ini.

Sekadar mengingatkan, posisi terlemah rupiah sebelumnya adalah Rp 14.693 per dollar AS yang tercatat pada 25 September 2015. Rupiah menjadi mata uang Asia berkinerja terburuk kedua setelah rupee. Secara year to date, rupiah melemah 7,51%. Sedangkan rupee melemah 9,52% pada periode yang sama. Sementara nilai tukar peso Filipina melemah 6,73% sejak awal tahun.(kontan)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Layak kah Wabup Bengkalis Muhammad Dipenjara KPK?

    10 tahun lalu

    POROSRIAU.com- Riau dikenal dengan sebutan “Petro Dollar” karena kaya dengan minyak bumi dan perkebunan kelapa sawit.“Atas minyak, bawah minyak” kerap terdengar istilah ters

  • Indonesia dan Arab Saudi, Siapa Membutuhkan Siapa?

    9 tahun lalu

    POROSRIAU.COM--Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi terus melambat dalam dua tahun terakhir. Setelah mencatat pertumbuhan fenomenal sebesar 10 persen pada 2011, perekonomian negara teluk itu kemudian turun pada 2012, dengan pertumbuhan 5,4 persen dan turun lagi

  • APBN 2018 Dianggap Populis, Ini Penjelasan Sri Mulyani

    9 tahun lalu

    Sri Mulyani menjelaskan, fokus Presiden Jokowi sesuai dengan konsep Nawacita adalah pemerataan pembangunan dan kesejahteraan manusia semaksimal mungkin.

  • KPK Temukan Uang Miliaran Rupiah di Brankas RS

    9 tahun lalu

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Laode Syarif mengungkapkan penyidik menemukan uang miliaran dari brankas RS, pejabat eselon 1 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat, 26 Mei 2017. RS yang dimaksud adalah R&

  • Agar Nyaman Bawa Barang Dari Luar Negeri, Perhatikan Hal-Hal Ini

    9 tahun lalu

    Nah, bagi Anda yang kerap bepergian ke luar negeri, ada baiknya mengetahui dan memahami berbagai aturan bea cukai sehingga bisa nyaman membawa barang dari luar negeri.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.