Senin, 11 Mei 2026
  • Home
  • DUMAI
  • Begini Kronologis Penyebaran Covid-19 Yang Menyerang Banyak Tenaga Medis di Dumai
Sabtu, 25 April 2020 21:33:00

Begini Kronologis Penyebaran Covid-19 Yang Menyerang Banyak Tenaga Medis di Dumai

Sabtu, 25 April 2020 21:33:00
BAGIKAN:
Ilustrasi
DUMAI, POROSRIAU.COM - Juru Bicara (jubir) Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Riau Indra Yovi menyatakan ada empat tenaga kesehatan di Provinsi Riau yang dinyatakan positif COVID-19.
 
Mereka terdiri atas tiga dokter dan satu perawat. "Sudah ada empat tenaga kesehatan yang positif COVID-19, tiga dari klaster Dumai, satu di Pelalawan," kata Indra saat jumpa pers yang disampaikan di Pekanbaru, Jumat (24/4/2020) dilansir dari Antara.
 
Tenaga medis yang pertama tertular virus corona tinggal di Kabupaten Pelalawan. Ia adalah seorang dokter yang menjadi pasien COVID-19 nomor 18 di Riau. Ia diduga tertular virus corona dari pasien yang tidak jujur mengungkapkan riwayat perjalanannya.
 
Sementara itu tiga tenaga medis lain yang terserang COVID-19 ada di Kota Dumai, klaster Dumai ini diyakni saat acara Pertemuan Tenaga Kesehatan (Nakes) Teladan di Dumai pada bulan Maret lalu.
 
Dokter yang menjadi pasien nomor 22 yang positif COVID-19 di Riau merupakan aparatur sipil negara berusia 44 tahun. Pada 13 Maret 2020 yang lalu, dia pulang dari Batam kemudian menghadiri pertemuan tenaga kesehatan teladan di Kota Dumai dan diduga menularkan virus corona ke peserta pertemuan yang lain.
 
Selanjutnya perawat 37 tahun yang menjadi pasien COVID-19 nomor 35 di Riau diduga tertular virus corona dalam pertemuan tenaga kesehatan teladan tersebut, hal ini berdasarkan penelusuran riwayat kontaknya.
 
Pasien lain yang berusia 37 tahun dan kini menjalani perawatan di RSUD Dumai ditemukan dalam penelusuran riwayat kontak pasien nomor 35.
 
"Kita bisa lihat ada klaster yang cukup besar di Dumai dari pertemuan Nakes Teladan," kata Indra.
 
Kementerian Kesehatan menyatakan ada tiga daerah di Provinsi Riau yang dikategorikan masuk zona merah penularan lokal virus corona, yakni Pekanbaru, Kampar, dan Pelalawan.
 
Pemerintah Kota Pekanbaru juga sudah melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak 17 April 2020 untuk mengendalikan penularan COVID-19.(red)
  Berita Terkait
  • Dampak Covid-19, Kami Mau Makan Apa?

    6 tahun lalu

    Hingga saat ini pemerintah belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh logistik pangan rakyatnya, karena anggaran yang diperlukan akan hal ini sangat besar bahkan untuk bantuan tenaga medis saja banyak datang dari komunitas, organisasi, dan swasta lainnya. Hal

  • Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Terima Bantuan Dari BRI Kota Dumai

    6 tahun lalu

    Bantuan ini diserahkan Pimpinan Cabang BRI Dumai Muhammad Fendi Maulana dan diterima langsung oleh Walikota Dumai H. Zulkifli AS disaksikan Plt. Kadinkes Kota Dumai H. Syahrinaldi dan Juru Bicara Gugus Tugas dr. Syaiful

  • Hj Haslinar Tinjau Posko COVID-19 Kelurahan Sukajadi

    6 tahun lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Usai menyalurkan ratusan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis kepada direktur RSUD Dumai, anggota DPRD Dapil kecamatan Dumai Kota ibu Hj. Haslinar Zulkifli As, S.sos, M.

  • Banyak Terindikasi Covid-19 di Dumai, Tenaga Medis Diminta Mengikuti Protokol Yang Benar Saat Menangani Pasien

    6 tahun lalu

    Menurutnya, tenaga kesehatan di tempat praktik maupun Puskesmas sangat rentan terpapar karena mereka berhadapan langsung dengan masyarakat yang belum jelas apakah sudah terinveksi atau masih mengalami gejala. covid-19.

  • Hari Pertama PSBB di Dumai, Bertambah 2 Pasien Positif Corona

    6 tahun lalu

    Juru bicara Gugas Tugas Dumai dr Syaipul menjelaskan, penambahan dua kasus positif corona ini berdasarkan hasil swab test yang diterima dari Laboratorium Bio Molekuler RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.