Senin, 21 September 2020
  • Home
  • DUMAI
  • Hari Pertama PSBB di Dumai, Bertambah 2 Pasien Positif Corona
Selasa, 19 Mei 2020 01:22:00

Hari Pertama PSBB di Dumai, Bertambah 2 Pasien Positif Corona

Selasa, 19 Mei 2020 01:22:00
BAGIKAN:
Juru bicara Gugas Tugas Dumai dr Syaipu
DUMAI. POROSRIAU.COM - Hari pertama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Dumai, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dumai umumkan pertambahan dua kasus terkonfirmasi positif Corona, Senin.(18/5/2020)
 
Juru bicara Gugas Tugas Dumai dr Syaipul menjelaskan, penambahan dua kasus positif corona ini berdasarkan hasil swab test yang diterima dari Laboratorium Bio Molekuler RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.
 
Dua orang positif Covid-19 ini, yaitu pasien 17 berinisial AA usia 15 tahun jenis kelamin laki-laki dan pasien 18 AP usia 33 tahun jenis kelamin perempuan. 
 
"Mereka masuk dalam kategori orang tanpa gejala, dan untuk mencegah penularan dua orang ini sudah dirawat dan diisolasi di RSUD Dumai," kata Syaipul kepada pers.
 
Dikatakan  dari pertambahan dua kasus positif ini, maka jumlah keseluruhan pasien Covid-19 hingga Senin (18/5) tercatat sebanyak 18 orang, dengan 14 diantaranya dinyatakan sembuh, dan 4 masih dirawat di RSUD Dumai.
 
Dijelaskan, Pasien 17 diketahui merupakan santri dan masuk dalam klaster penularan dari Ponpes Magetan, sedangkan AP seorang ibu rumah tangga Istri dari pasien 16 inisial SO yang sudah dirawat sejak Rabu (13/5) lalu.
 
Untuk penelusuran pasien, tim medis juga sudah melakukan rapid test terhadap ke empat anak AP, hasilnya semua negatif.
 
"Sedangkan hasil tracking dari AA telah dilakukan swab test kepada 9 santri asal Magetan, dan sampel sudah dikirim," sebutnya.
 
Keluarga santri juga sudah dilakukan rapid tes, dan didapatkan 4 orang positif, kemudian tim medis langsung menetapkan mereka sebagai pasien dalam pengawasan dan langsung dirawat di RSUD Dumai untuk mencegah penularan lebih luas.
 
Terkait klaster Magetan, di Dumai terdapat sekitar 20 santri dan tersebar di beberapa kecamatan di Kota Dumai, karena itu diimbau seluruh santri untuk segera melapor ke RT atau langsung periksa diri ke puskesmas.
 
"Supaya kasus tidak meningkat dan deteksi dini mencegah penyebaran virus Corona di Dumai, kita imbau santri Magetan untuk melapor dan periksa diri ke medis," ujarnya.
 
Diketahui, pemberlakuan PSBB di Kota Dumai ditargetkan hanya satu kali tahap tanpa perlu diperpanjang, karena itu diharap masyarakat menjalankan protokol kesehatan untuk memutus penyebaran Covid-19.
 
"Kita fokus untuk memutus rantai penularan Covid-19 dengan PSBB meski pasien sembuh banyak dan hanya dua orang pasien dirawat. Nantinya dinamika di lapangan cukup tinggi karena kita mengatur dan merubah kebiasaan orang," kata Ketua Gugus Tugas Covid-19 Dumai Zulkifli AS. (tim)
  Berita Terkait
  • Hasi Rapid Test 13 Orang Positif COVID-19 di Dumai

    5 bulan lalu

    Bertambah tiga orang dari jumlah sebelumnya 10 orang, namun untuk kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sesuai hasil swab test atau PCR masih satu orang.

  • Begini Kronologis Penyebaran Covid-19 Yang Menyerang Banyak Tenaga Medis di Dumai

    5 bulan lalu

    Dokter yang menjadi pasien nomor 22 yang positif COVID-19 di Riau merupakan aparatur sipil negara berusia 44 tahun. Pada 13 Maret 2020 yang lalu, dia pulang dari Batam kemudian menghadiri pertemuan tenaga kesehatan teladan di Kota Dumai dan diduga menular

  • Pemko Dumai Belum Ajukan PSBB

    5 bulan lalu

    Lanjutnya, dalam mengambil keputusan PSBB harus tepat perhitungan yang matang dan harus melakukan kajian epidemoiologi wabah COVID-19 serta dampak sosialnya.

  • Dumai, Kemungkinan Kemungkinan Masih Ada yang Positif

    5 bulan lalu

    Kesempatan yang sama, juru bicara gugus tugas penanganan covid-19, dr Syaiful kepada media menjelaskan bahwa masih ada 13 hasil swab test yang belum dikirim BPK Litbangkes Jakarta.

  • 10 Kasus Positif, Syaful : Kemungkinan Ada Penambahan Lagi

    5 bulan lalu

    uru Bicara COVID-19 Riau dr. Indra Yovi Sp.P (K) di Pekanbaru, Selasa, menyatakan penambahan satu pasien merupakan bagian klaster Pertemuan Tenaga Kesehatan (Nakes) Teladan di Dumai. Hingga kini sudah ada empat orang yang tertular dari klaster tersebut, m

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.