Jumat, 10 Juli 2020
Selasa, 14 April 2020 00:14:00

Pemko Dumai Belum Ajukan PSBB

Selasa, 14 April 2020 00:14:00
BAGIKAN:
Walikota Dumai Zulkifli AS
DUMAI, POROSRIAU.COM - Untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19, Pemerintah Kota Dumai belum menerapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dikarena ada beberapa unusur belum terpenuhi.
 
"Kasus yang baru terkonfirmasi positif Covid-19 hanya 1 orang bukan warga Dumai melainkan warga Bogor. Kondisinya kini sudah membaik," kata Zulkifli AS  Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Corona Virus Disease (COVID-19) Kota Dumai, Senin (13/4/2020).
 
Lanjutnya, dalam mengambil keputusan PSBB harus tepat perhitungan yang matang dan harus melakukan kajian epidemoiologi wabah COVID-19 serta dampak sosialnya.
 
Meski belum mengajukan PSBB, sejatinya masyarakat masih patuh dengan imbauan dari berbagai instasi yang ada di kota Dumai. Dengan imbauan tersebut, masarakat dapat menjaga jarak atau social distancing dan menjaga kesehatan dengan mengikuti protokol kesehatan dibuat pemerintah,, juga disiplin menggunakan masker saat keluar rumah.
 
Berdasarkan data gugus tugas Covid-19 hingga Hari Senin 13 April 2020, 1 orang positif terpapar virus Corona, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 571 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat sebanyak 13 orang,
 
Wako Zul AS mengimbau kepada masyarat agar selalu di rumah saja, jika ada keperluan di luar rumah, agar hendaknya selalu menggunakan masker.
 
"Upaya memutus rantai penyebaran COVID-19, gugus tugas bersama instansi terkait terus melakukan sosialisasi secara persuasif ke masyarakat agar mereka di rumah saja dan jika keluar rumah hendaknya memakai masker," sebut Wako. 
 
Wako juga mengajak ketua RT seluruh kota Dumai harus tanggap kepada warganya 
agar mendata siapa pun yang baru pulang dari daerah yang terjangkit virus Corona, seperti di Jakarta. Dengan demikian dapat mencegah penularan virus Corona atau Covid-19.
 
"Untuk restoran atau tempat makan agar melayani take away atau layanan pesan antar saja. Sehingga semua bisa berjalan beriringan dan ekonomi juga bisa berjalan, sebab pandemi COVID-19 dampaknya luar biasa," ujarnya.
 
"Sekarang ini Pemerintah Kota Dumai tengah melakukan rasionalisasi anggaran, anggran yang terkumpul nantinya dapat digunakan untuk membantu warga yang terdampak COVID-19," pungkasnya.(hlc/ahmad)
  Berita Terkait
  • Kerja Kantor Pelayanan Pasar Dumai Dipertanyakan ?

    4 tahun lalu

    Keberadaan pasar Kelakap Tujuh kota Dumai hingga saat ini belum difungsikan secara maksimal dan terkesan mubazir.Padahal pembangunan pasar tersebut telah menghabiskan anggaran negara 9.8 milyar rupiah

  • Ratusan Juta Rupiah Diduga mengalir ke Kantong pejabat Perjalan Dinas Fiktif Pemko Dumai Rugikan Negara

    4 tahun lalu

    Biaya perjalan Dinas yang dialokasikan dari anggaran APBD Pemko Dumai tahun 2009 lalu menimbulkan kerugian Negara

  • Program Air Bersih Kota Dumai,Masih Jadi Keluhan Warga

    4 tahun lalu

    DUMAI(POROSRIAU.com) – Program unggulan yang digadang gadang pejabat orang nomor satu Pemko Dumai saat janji Politik yang disampaikannya pada  Pemilukada lalu  hingga kini masih men

  • Zul As Belum Tepati Janji Bayar Gaji Honorer Sesuai UMK

    4 tahun lalu

    DUMAI(POROSRIAU.com) - Sejumlah janji yang digadang-gadang oleh Wali Kota Dumai, H Zulkifli As sewaktu melakukan kampanyenya bersama pasangan Eko Suhardjo yang akan bertarung di Pilkada Dumai tahun 2015 lalu ternyata masih belum ditepatinya, Salah satunya

  • Hari Ini, 370 THL Satpol PP Pekanbaru Kantongi Kartu BPJS Ketenagakerjaan

    2 tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Tenaga Harian Lepas (THL) Satpol PP Kota Pekanbaru dituntut lebih maksimal dalam menjalankan tugasnya. Pasalnya, Rabu (7/11/2018) pagi, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.