Kamis, 04 Juni 2026
  • Home
  • DUMAI
  • Dwi Dituding ‘Penguasa’ Proyek di Dishub
Minggu, 13 Juli 2025 14:36:00

Dwi Dituding ‘Penguasa’ Proyek di Dishub

Oleh: Syahrul
Minggu, 13 Juli 2025 14:36:00
BAGIKAN:
net
Senin (25/11/2024), Wali Kota Dumai H Paisal secara langsung meresmikan Pos Retribusi Pembantu UPT Perparkiran Dishub Dumai dengan nama Syech Umar.

DUMAI, POROSRIAU.COM –  CV. Neo Civ Arch kembali ‘menguasai’ proyek di pos anggaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Dumai untuk pengerjaan bangunan gedung kantor-lanjutan Pembangunan Pos Retribusi Bukit Timah tahun anggaran 2025 dengan nilai proyek Rp. 3.397.742.660,37, dimana sebelumnya pada tahun anggaran 2024 juga mengerjakan proyek bangunan gedung kantor-Pembangunan Pos Retribusi Bukit Timah dengan nilai Rp. 8.926.893.897,31. Seorang kontraktor notabene orang dekat Wali Kota Dumai, Dwi disebut namanya sebagai ‘penguasa’ proyek tersebut.

Informasi yang diperoleh dilapangan dari salah satu kontraktor berninisial T menyebutkan bahwa hal itu sudah menjadi rahasia umum. Bahkan, ungkapnya, Dwi menguasai proyek di pos anggaran Dishub mencapai puluhan milyar pada tahun 2024 yang lalu. “Baru saja proyek lanjutan pembangunan pos retribusi bukit timah untuk tahun anggaran 2025 itu tayang, kita (beberapa kontraktor,red) sudah mendengar isunya proyek ini sudah ada yang punya. Nama Dwi muncul di lapangan. Kita minta aparat hukum turun tangan,” ujarnya

Ditambah lagi, imbuhnya, dengan sistem e katalog, kesempatan bagi kontraktor umum yang bukan anak emas, sangat mustahil bisa menang. “Bisa dikatakan kemungkinannya 0,001 persen,” ujarnya.

Dikutip dari  media VokalOnline.com yang rilis tanggal 06 Agustus 2024, dugaan konspirasi memonopoli sejumlah proyek dengan nilai hampir Rp. 21 milyar ini dilakukan oleh Dwi melibatkan pejabat yang memiliki kekuasaan untuk pengaturan. Salah satu pengawas lapangan proyek yang ditemui media tersebut membenarkan bahwa beberapa proyek di Dinas Perhubungan dikerjakan oleh Dwi.

Adapun tiga proyek besar menurut media itu yaitu,belanja modal bangunan gedung kantor-pembangunan pos retribusi Bukit Timah dengan nilai Rp 8,9 milyar lebih dan belanja modal bangunan fasilitas umum pembangunan pedesaan (pedesterian) di Jalan Janur Kuning sekitar Rp 9,3 milyar, serta belanja modal bangunan fasilitas umum pembangunan pedesaan (pedesterian) Jalan Sudirman (sekitar Taman Bukit Gelanggang) sekitar Rp 4 milyar.

Kadishub Kota Dumai, Said Efendi dituding sebagai bagian dari pihak yang memuluskan monopoli tersebut. "Ini patut menjadi perhatian khusus Inspektorat Daerah Kota Dumai dan institusi Aparat Penegak Hukum kota Dumai untuk memeriksa keterlibatan Said Efendi sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai, " tegas Edo, narasumber yang ditemui,Senin (5/8/2024).

Edo meminta Polres Dumai untuk segera mengaudit serta memeriksa Said Efendi beserta jajarannya yang terlibat dalam penyalahgunaan wewenang jabatannya terkait dugaan praktek nepotisme tersebut.
" Ini terjadi tentunya adanya campur tangan Kadishub Dumai. Disinyalir terdapat monopoli pihak Kadishub Dumai, kongkalikong dengan kontraktor sebagai pemenangan proyek, " sebut Edo.

Kadishub Kota Dumai, Said Efendi, ketika di konfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu (13-07-2025) membantah keterlibatannya. “Apo yang melibatkan sayo, panitia tidak, PPK juga tidak,”jawabnya singkat.

Sementara, Dwi notabene kontraktor dimaksud saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya, tidak mengangkat panggilan mesti nada deringnya aktif. Begitu juga dengan pesan Whattsup  yang diabaikannya. (rul)

 

 

Editor: Syahrul

Sumber: Wawancara dan Konfirmasi

  Berita Terkait
  • Kadishub Dumai Bakal Dilaporkan ke APH

    10 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM – Kadishub Kota Dumai, Said Effendi bakal dilaporkan ke aparat penegak hukum (APH) oleh Pemerhati Transparansi Penggunaan Anggaran Daerah, Fatahudin, SH. Laporan itu

  • Kontraktor Ditenggarai ‘Dipalak’ di Dishub

    11 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM –  Dugaan pengutipan uang sebesar lima persen kepada kontraktor pada proyek di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Dumai mencuat ke permukaan. Setoran itu diminta oleh o

  • Skandal Pajak 'Paradise Papers' Seret Nama Prabowo Subianto

    9 tahun lalu

    POROSRIAU.COM--The International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) mempublikasikan hasil investigasi 13,4 juta dokumen mengenai miliarder seluruh dunia yang secara sembunyi-sembunyi me

  • Terkait Monopoli Proyek APBD Dumai,Panitia Bayangan Masuk ‘Radar’ Kejaksaan

    11 bulan lalu

    Praktik dugaan kolusi dengan penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan proyek bersumber dari APBD Kota Dumai mencuat ke permukaan. Sejumlah nama, diduga orang dekat Wali Kota Dumai disebut berperan sebagai panitia bayangan. Praktik tidak sehat dengan du

  • Layak kah Wabup Bengkalis Muhammad Dipenjara KPK?

    10 tahun lalu

    POROSRIAU.com- Riau dikenal dengan sebutan “Petro Dollar” karena kaya dengan minyak bumi dan perkebunan kelapa sawit.“Atas minyak, bawah minyak” kerap terdengar istilah ters

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.