Rabu, 25 Maret 2026
  • Home
  • DUMAI
  • LSM Mitra Riau Desak Kajari Dumai Terbuka Soal Penuntasan Kasus MOT Rumah Sakit
Sabtu, 21 Februari 2026 21:56:00

LSM Mitra Riau Desak Kajari Dumai Terbuka Soal Penuntasan Kasus MOT Rumah Sakit

Sabtu, 21 Februari 2026 21:56:00
BAGIKAN:
Martinus Zebua, Ketua LSM Mitra Riau (Kanan)

DUMAI, POROSRIAU.COM -Meski proses penyelidikan dugaan korupsi pengadaan lelang alat medis Rumah Sakit Umum Daerah Dumai sudah ke tingkat ekspose di Kejaksaan Tinggi Riau beberapa bulan lalu, hingga kini publik masih menanti akhir dari penuntasan penyelidikan Kejaksaan Negeri Dumai. Apakah SP3 atau lanjut kepenyidikan.

Lembaga Swadaya Masyarakat Mitra Riau meragukan keseriusan pihak Kejaksaan Negeri Dumai bisa menuntaskan dugaan korupsi (MOT) Moduler Operator Systim yang diduga kuat merugikan keuangan negara mencapai miliaran rupiah.

"Keraguan terhadap keseriusan Kajari Dumai menuntaskan kasus dugaan korupsi di Rumah Sakit Umum Daerah mulai terlihat jelas," ungkap Martinus Zebua Ketua LSM Mitra Riau kepada media, Sabtu (21/2/2026).

Selaku pelapor kasus dugaan korupsi pengadaan lelang alat medis operasi, pihaknya mengaku kecewa. Karena penyidik Kejaksaan tidak memberikan perkembangan penyelidikan atas dugaan korupsi yang mereka laporkan.

"Kami kecewa karena perkembangan penyidikan tidak pernah disampaikan kepada kami selaku pelapor. Padahal itu hak kami," tegas Martinus kesal.

Kekecewaan Martinus semakin besar ketika pihak meminta penjelasan perkembangan kepada kejaksaan negeri Dumai melalui kasie pidana khusus tidak pernah mau menjawab, padahal semua keterangan saksi termasuk pelapor dan terduga korupsi (pihak rekanan) telah selesai dilaksanakan.

Untuk itu, pihaknya akan melayangkan surat kepada Kejaksaan Tinggi Riau maupun Kejaksaan Agung Republik Indonesia atas lambannya penuntasan kasus tindak pidana korupsi di wilayah kota Dumai.

"Kami akan pertimbangkan dan melaporkan lemahnya penanganan kasus korupsi di Kejaksaan Negeri Dumai termasuk laporan dugaan korupsi MOT," jelas Marrinus Zebua.

"Kasie pidsus Kejari Dumai tidak pernah menjawab tiap kali di hubungi. Kami (pelapor) kecewa dengan kasie pidsus Dumai," terangnya. (54f)

  Berita Terkait
  • Taring Kejari Diuji, Proyek MOT RSUD Dumai Antara Dugaan Korupsi atau Gratifikasi

    4 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Penanganan laporan dugaan penyelewengan pengadaan alat medis bedah di Rumah Sakit Umum Daerah Dumai, Suhatman Mars, hingga kini masih jalan di tempat.  Kendati, pih

  • Polisi Tewas di Dream Box Dumai, SP3 "Kado Pahit" HUT Bhayangkara

    9 bulan lalu

    SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) dalam konteks hukum pidana dapat menimbulkan kontroversi jika dianggap tidak adil. SP3 mengakhiri proses penyidikan suatu perkara, dan alasan penerbitannya seringkali menjadi sorotan, terutama jika melibatk

  • KBPPAJ Riau Kawal Dugaan Mark Up Alkes RSUD Dumai, Edo: Jaksa Jangan Coba Main Mata

    5 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Pengurus Daerah Keluarga Besar Putra Putra Abyasa Jalasena Riau, siap mengawal jalannya pemeriksaan kasus dugaan mark up anggaran alat kesehatan di rumah sakit umum Dumai.

  • Saksi Pelapor Diperiksa di Pekanbaru, Martinus: Semua Terang Benderang, Kita Menunggu Aksi Kejari Dumai

    3 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Ketua DPW LSM Mitra Riau, Martinus Zebua, merupakan pelapor kasus dugaan korupsi proyek pengadaan barang dan jasa jenis Moduler Operation Teater (MOT) di Rumah Sakit Umum Dae

  • Direksi KLK Diminta 'Panggil Pulang" Nagen

    6 tahun lalu

    Pernyataan tegas ini disampaikan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dumai, Andi Qadri kepada wartawan menyikapi proses dugaan kasus amoral yang melibatkan Nagen, Senin (09/12/2019) kepada awak media.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.