Senin, 22 Desember 2025 14:08:00
Saksi Pelapor Diperiksa di Pekanbaru, Martinus: Semua Terang Benderang, Kita Menunggu Aksi Kejari Dumai
Senin, 22 Desember 2025 14:08:00
DUMAI, POROSRIAU.COM - Ketua DPW LSM Mitra Riau, Martinus Zebua, merupakan pelapor kasus dugaan korupsi proyek pengadaan barang dan jasa jenis Moduler Operation Teater (MOT) di Rumah Sakit Umum Daerah Suhatman Mars Dumai.
Berdasarkan informasi yang dirangkum menyebutkan, kerugian akibat dugaan korupsi proyek pengadaan alat dan aksesoris bedah tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Menurut Martinus Zebua, pemeriksaan terhadap dirinya sudah dua kali dilakukan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Dumai.
"Kejari Dumai melalui Kasie Pidsus Fredrik Daniel Tobing SH, telah meminta keterangan saya di Pekanbaru. Dan ini sudah yang kedua kalinya," ungkap Martinus Zebua, Senin (22/18/2025).
Selain dirinya, kata Martinus lagi, sekretaris LSM Mitra Riau juga diperiksa untuk dimintai keterangan. Selaku saksi pelapor, pihaknya telah memberikan keterangan sejelas-jelasnya kepada penyidik.
"Keterangan kami telah jelas dan terang benderang saat di mintai keterangan oleh kasie pidsus kejari Dumai. Kini tinggal sikap tegas penyidik," terang Martinus Zebua.
Dikatakan, Martinus lagi, disaat bersamaan, pihaknya mendapat informasi bahwa rekanan pengadaan barang dan jasa Hanif Faddini juga dimintai keterangan bahkan Hanif Faddini sempat menjelaskan, jika dirinya juga akan diperiksa oleh Kejari Dumai esok harinya.
Informasi yang dirangkum media menyebutkan, Keberadaan Hanif Faddini tidak lagi berada di Pekanbaru. Pasalnya, sejak kasus MOT ini mencuat, Hanif Faddini dan keluarganya di kabarkan kabur ke luar daerah bahkan sempat ke Malaysia.
"Saya sempat dengar, sejak kasus MOT mencuat, Hanif dan keluarga diduga "kabur ' ke Jakarta dan lanjut Ke Malaysia," ungkap Martinus Zebua.
Kepala Kejaksaan Negeri Dumai Pri Wijeksono melalui Kasie Inteligen Carles Aprianto di kantornya menyebutkan telah mengagendakan pemanggilan Direktur PT Hematech Nusantara Hanif Faddini minggu ini.
Saat disinggung soal keberadaan Hanif Faddini yang kini dikabarkan sudah tidak lagi berada di Riau. Carles menegaskan pihaknya optimis akan bisa memanggilnya.
"Di manapun dia (Hanif Faddini ) berada meski kabur keluar negeri akan tetap kita panggil. Kemana dia mau kabur," tegas Carles Aprianti sembari menegaskan jika pihaknya tetap komitmen menuntas perkara ini. (54F)
Taring Kejari Diuji, Proyek MOT RSUD Dumai Antara Dugaan Korupsi atau Gratifikasi
2 bulan laluDUMAI, POROSRIAU.COM - Penanganan laporan dugaan penyelewengan pengadaan alat medis bedah di Rumah Sakit Umum Daerah Dumai, Suhatman Mars, hingga kini masih jalan di tempat. Kendati, pih
Diduga Rekayasa Kasus Baznas Dumai, Ardi Sebut Seizin Jaksa
2 tahun laluPerencanaan atas dasar kejahatan atau persekongkolan terindikasi kuat pada kasus dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan Baznas Dumai Tahun Anggaran 2019 hingga 2021 yang berdampak timbulnya kerugian keuangan negara sebesar Rp1.420.405.500,00. Ardi
Soal Penangkapan Ribuan Botol Miras di Kempas, Polda Riau Tunggu Keterangan Rudi
7 tahun laluKasus ribuan botol minuman keras (Miras) ilegal yang ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, masih tersendat. Kurang adanya keterangan dari pihak pelapor yang menjadi salah satu penyebab penyelidikan ini jalan di tempat.
LSM Mitra Laporkan Kejari Dumai ke Kejati dan Kejagung RI, Buntut Lambannya Proses Dugaan Korupsi Alkes di RSUD Dumai
2 bulan laluDUMAI, POROSRIAU.COM - Lembaga Swadaya Masyarakat Mitra (Monitoring Transparan Realisasi Anggaran RIau) dalam waktu dekat melaporkan Kejaksaan Negeri Dumai ke Kejaksaan Tinggi Riau dan Kejaksaan Ag
Aktivis Anti Korupsi Tantang Kajari Pri Wijeksono Ungkap Dugaan Korupsi Alat Bedah Rumah Sakit
2 bulan laluDUMAI, POROSRIAU.COM - Usai meminta keterangan dan mengumpulkan data dari sejumlah saksi baik pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Suhatman Mars maupun saksi pelapor. Kini, kelanjutan p









