Rabu, 22 April 2026
  • Home
  • DUMAI
  • LSM Mitra Laporkan Kejari Dumai ke Kejati dan Kejagung RI, Buntut Lambannya Proses Dugaan Korupsi Alkes di RSUD Dumai
Jumat, 14 November 2025 08:21:00

LSM Mitra Laporkan Kejari Dumai ke Kejati dan Kejagung RI, Buntut Lambannya Proses Dugaan Korupsi Alkes di RSUD Dumai

Jumat, 14 November 2025 08:21:00
BAGIKAN:
Martinus Zebua, Ketua LSM Mitra Riau

DUMAI, POROSRIAU.COM - Lembaga Swadaya Masyarakat Mitra (Monitoring Transparan Realisasi Anggaran RIau) dalam waktu dekat melaporkan Kejaksaan Negeri Dumai ke Kejaksaan Tinggi Riau dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia. 

Hal ini, berkaitan laporan pihaknya atas dugaan penyelewengan proyek anggaran alat medis di rumah sakit Dunai tahun 2024, hingga saat ini belum ada progres yang memuaskan bahkan cenderung jalan ditempat.

Martinus Zebua, Ketua LSM Mitra Riau saat dihubungi membenarkan jika pihaknya akan melaporkan Kejari Dumai, karena lamban dalam memproses laporan dugaan korupsi alat medis jenis MOT.

Dikatakan Martinus, sudah jalan tiga bulan sejak pelimpahan oleh Kejati ke Kejari Dumai, laporan dugaan penyelewengan alat medis bedah MOT (Moduler Operation Teather) masih jalan di tempat, kendati pihaknya selaku Pelapor telah dimintai keterangan oleh penyidik Kejaksaan.

"Hampir tiga bulan sejak pelimpahan dari Kejaksaan Tinggi Riau, proses laporan dugaan korupsi MOT masih jalan ditempat. Bahkan ada dugaan laporan kami akan di "peti es kan'. Karena saksi kunci baik Purnomo maupun Hanif Fiddini, masih bebas berkeliaran," ungkap Martinus.

Selain itu, tertutupnya pintu komunikasi dan kordinasi sejak pelimpahan kepada Kejaksaan Negeri Dumai, membuat pihaknya kecewa. Padahal, selaku pelapor pihaknya berhak mengetahui sampai sejauh mana pemeriksaan atau progres terhadap dugaan korupsi yang dilaporkan. Namun, pihak Kejaksaan terkesan menutup diri, sehingga timbul kecurigaan atas penegak hukum terhadap persoalan hukum di Kejari Dumai.

"Setiap kali kita hubungi penyidik, tidak pernah direspon bahkan sulit dihubungi. Jika demikian, kita menduga kasus ini sudah masuk angin," jelasnya.

Sebelum pelimpahan dari Kejaksaan Tinggi Riau, pihaknya mencurigai ada sesuatu yang disembunyikan penyidik. Namun, karena alasan lokus perkaranya di Dumai, apalagi karena untuk memudahkan penyelidikan maka pihaknya tidak keberatan dan mengikuti. 

"Celakanya kecurigaan kami benar, proses di Kejaksaan Negeri Dumai terhadap laporan kami, sepertinya jalan di tempat. Bahkan pengumpulan data dan kererangan hanya sebatas formalitas saja," terang Martinus.

Kejaksaan Negeri Dumai, menurut Martinus lagi, seakan enggan memproses laporan dugaan korupsi dan gratifikasi yang telah  merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah, karena ada sesuatu yang disembunyikan. 

"Mungkin ada faktor lain yang membuat Kejari Dumai enggan memproses laporan kami, bisa jadi karena hutang budi. Infonya, rumah dinas Kejari Dumai maupun kediaman Kejaksaan dibangun melalui APBD Dumai," singgung Martinus. (saf)

  Berita Terkait
  • Taring Kejari Diuji, Proyek MOT RSUD Dumai Antara Dugaan Korupsi atau Gratifikasi

    5 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Penanganan laporan dugaan penyelewengan pengadaan alat medis bedah di Rumah Sakit Umum Daerah Dumai, Suhatman Mars, hingga kini masih jalan di tempat.  Kendati, pih

  • Kejari Dumai Proses Dugaan Korupsi Alkes RSUD Dumai

    7 bulan lalu

    Kejaksaan Negeri Dumai bergerak cepat memproses kasus dugaan permufakatan jahat pengadaan alkes RSUD Dumai. Pasca dilimpahkan dari Kejati Riau tertanggal 18 September 2025, telah dilakukan puldata dan pulbaket terhadap dugaan penyimpangan pengadaan MOT t

  • LSM Mitra Riau Desak Kajari Dumai Terbuka Soal Penuntasan Kasus MOT Rumah Sakit

    2 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM -Meski proses penyelidikan dugaan korupsi pengadaan lelang alat medis Rumah Sakit Umum Daerah Dumai sudah ke tingkat ekspose di Kejaksaan Tinggi Riau beberapa bulan lalu, hingg

  • KBPPAJ Riau Kawal Dugaan Mark Up Alkes RSUD Dumai, Edo: Jaksa Jangan Coba Main Mata

    6 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Pengurus Daerah Keluarga Besar Putra Putra Abyasa Jalasena Riau, siap mengawal jalannya pemeriksaan kasus dugaan mark up anggaran alat kesehatan di rumah sakit umum Dumai.

  • Dugaan Korupsi MOT Terungkap, Karena Pecah Kongsi, dr Ridho Gagal Dapat Fee 7 Miliar?

    6 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Hanif Ahdi Fiddini pemilik PT Hetech Nusantara bukan orang sembarangan, pemasok alat kesehatan dan obat di rumah Sakit Umum Dumai merupakan pemain lama di bidang kesehatan.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.