Kamis, 04 Juni 2026
  • Home
  • NASIONAL
  • 29 Perempuan Indonesia Jadi Korban Nikah Pesanan Lelaki China dan Dijadikan Budak Nantinya
Minggu, 23 Juni 2019 23:54:00

29 Perempuan Indonesia Jadi Korban Nikah Pesanan Lelaki China dan Dijadikan Budak Nantinya

Minggu, 23 Juni 2019 23:54:00
BAGIKAN:
Foto : Ilustrasi
JAKARTA (POROSRIAU.COM) - LBH Jakarta bersama Serikat Buruh Migran Indonesia yang tergabung dalam Jaringan Buruh Migran mengungkap praktik tindak pidana perdagangan orang, dengan modus perkawinan pesanan.
 
Sebanyak 29 perempuan Indonesia menjadi korban TPPO dengan modus pernikahan pesanan di China.
 
Sekretaris Jendral SBMI Bobi menuturkan, dari 29 korban, sebanyak 13 korban perempuan berasal dari Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Sedangkan, 16 korban lainnya berasal dari Jawa Barat.
 
"Hal ini diduga modus TPPO. Temuan Ini dikuatkan dengan melihat tiga proses pelanggaran TPPO, yakni prosesnya, caranya, dan untuk tujuan eksploitasi sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang," tutur Bobi di kantor LBH Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/06).
 
Bobi menjelaskan, sindikat itu melibatkan perekrut di Indonesia untuk mencari korban dan memperkenalkan mereka dengan lelaki asal China.
 
Ketika diperkenalkan dengan warga China, para korban ditipu dengan disebutkan bahwa mempelai lelaki adalah orang kaya raya di negeri Tirai Bambu.
 
Tapi setelah dibawa ke China, semua perempuan itu dieksploitasi. Berdasar data pelaporan korban yang dihimpun oleh SBMI, sesampainya di tempat asal suami, mereka diharuskan untuk bekerja di pabrik dengan jam kerja panjang.
 
Bahkan, lanjutnya, sepulang kerja, korban juga diwajibkan untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan membuat kerajinan tangan untuk dijual.
 
Seluruh gaji dan hasil penjualan pun dikuasai oleh suami dan keluarga suami.
 
"Para korbanpun dilarang untuk berhubungan dengan keluarga dan bila ingin kembali ke Indonesia, mereka diancam mengganti kerugian yang sudah dikeluarkan oleh keluarga suami,” tuturnya.
 
"Tidak hanya suami dan keluarga suami yang mengeksploitasi para korban, eksploitasi juga dilakukan oleh sindikat perekrut yang terorganisasai dengan mengambil keuntungan ratusan juta Rupiah dari perkawinan pesanan ini," imbuhnya.***
Editor: Redaksi

Sumber: suara.com

  Berita Terkait
  • Zhang Yufeng, Pemilik Bisnis Pemburu Pelakor Yang Bikin Pasangan Selingkuh Kejang-Kejang

    9 tahun lalu

    Perselingkuhan, memang sering disebut sebagai awal keretakan sebuah rumah tangga. Mirisnya lagi, kadang yang berbuat dan pelakornya malah tidak tahu diri dan meneruskan perbuatannya. Bahkan tak jarang harta dan anak dibawa pergi bersama selingkuhannya tan

  • Pesta Nikah Pakai Organ Tunggal di Masjid, Jamaah Merasa Terhina

    8 tahun lalu

    PADANG(POROSRIAU.COM) - Resepsi pernikahan yang digelar di lantai II Masjid Nurul Iman Padang, Sumatera Barat, menjadi bahan perbincangan banyak orang sempat viral di media sosial.

  • Covid Terus Menjepit, Di Mana Kelas Atas Kita?

    6 tahun lalu

    Di saat semua orang harus waspada agar tidak terpapar dan terkapar virus asal Wuhan, China itu, di situ pula banyak orang yang terancam kelangsungan hidupnya, gara-gara kehilangan pekerjaan.

  • Darurat Korupsi

    9 tahun lalu

    KASUS korupsi kembali mencuat. Tak tangung-tanggung kerugian negara mencapai Rp 2,3 triliun terkait pengadaan proyek KTP elektronik. Meski sedang gonjang ganjing pilkada serentak putaran kedua di DKI Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak memed

  • Tim Motor Besar Club Indonesia Daerah Riau Silaturrahmi ke Polres Kampar

    9 tahun lalu

    Tim Motor Besar Club Indonesia daerah Riau dipimpin Ketua MBCI Riau sdr. M. Taufik didampingi Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Kampar sdr. Ibrahim bersama puluhan anggota MBCI Riau bersilaturahmi ke Polres Kampar.Sabtu 25 Maret 2

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.