Sabtu, 01 Desember 2018 20:29:00
Alasan Wasekjen PDIP Sebut Soeharto Guru Korupsi
Oleh: Redaksi
Sabtu, 01 Desember 2018 20:29:00
POROSRIAU.COM--Wakil Sekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah angkat bicara terkait pernyataannya yang menyebut mantan mertua Prabowo Subianto Soeharto sebagai guru korupsi. Basarah menyayangkan pernyataan Prabowo yang tega membuka aib bangsa sendiri di luar negeri.
"Pernyataan tersebut mengusik rasa nasionalisme saya, karena mengapa Pak Prabowo tega membuka aib bangsa sendiri di luar negeri," kata Basarah dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (1/12).
Basarah mengaku prihatin dengan maraknya perilaku koruptif yang terjadi di Indonesia. Hal itulah yang membuat dirinya dengan sangat terpaksa harus mengingatkan kembali memori tentang asal muasal bagaimana korupsi bangsa Indonesia terjadi hingga merajalela seperti sekarang.
"Salah satu isu utamanya adalah pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) hingga keluarnya TAP MPR Nomor XI Tahun 1998 yang lahir karena pertimbangan dalam penyelenggaraan negara selama dipimpin Presiden Soeharto telah terjadi praktek-praktek usaha yang lebih menguntungkan sekelompok tertentu yang menyuburkan KKN, yang melibatkan para pejabat negara dengan para pengusaha, sehingga merusak sendi-sendi penyelenggaraan negara dalam berbagai aspek kehidupan nasional," jelas wakil ketua MPR tersebut.
Bahkan, ia menambahkan, di Pasal 4 TAP MPR tersebut juga terdapat perintah dilakukan penegakan hukum kepada mantan Presiden Soeharto sebagai tersangka korupsi beserta kroni-kroninya. Menurutnya TAP inilah yang kemudian menjadi dasar lahirnya UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.
"Pak Prabowo pada waktu itu merupakan bagian dari sistem rezim Orde Baru bahkan beliau diduga juga mendapat keistimewaan sebagai menantu Pak Harto," ujarnya.
Partai Berkarya pun melaporkan Basarah terkait pernyataan tersebut. Basarah pun menghormati adanya laporan tersebut dan mempersilakan kepada siapa saja yang ingin melaporkan dirinya terkait pernyataan tersebut.
"Namun silahkan kita buka kembali berbagai dokumen hukum dan politik serta banyaknya pernyataan serta berbagai opini dari para tokoh dan lembaga-lembaga di dalam negeri dan internasional yang telah membuat pernyataan Pak Harto sebagai Presiden Koruptor," ujarnya.***
Editor: Chaviz
Sumber: Republika.co.id
Terjun Bebas, Dua Penumpang Toyota Innova Tewas
8 tahun laluInformasi yang dihimpun mobil Innova tersebut datang dari arah Pekanbaru hendak menuju Sumatera Barat (Sumbar), setibanya di Rantau Barangin
Diduga Timses Zul As Kerjakan Proyek Tak Sesuai Bestek
10 tahun laluWajar kami minta Walikota ikut bertanggung jawab dalam persoalan ini, karena kontraktornya merupakan orang kepercayaan Zulkifli As pada pilkada lalu.dan disebut-sebut banyak membantu Zulkifli As
Ingat Buku Gurita Cikeas yang Menghebohkan? Hari Ini Penulisnya Meninggal Dunia
10 tahun laluPOROSRIAU.COM-- Kabar duka datang dari seorang peneliti, aktivis, dan juga penulis George Junus Aditjondro. Penulis buku yang berjudul Gurita Cikeas tersebut meninggal di Palu Sulawesi Tengah pada Sabtu (10/12/2016) pukul 05 45 WITA. Ia meninggal dalam us
Gubernur Riau: Jangan Ada Pungli Saat Bagi Rapor
10 tahun laluPEKANBARU(POROSRIAU.COM) -- Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman memperingatkan kepada pihak sekolah, guru ataupun komite untuk tidak melakukan pungutan liar (pungli) kepada wali murid dan siswa saat pembagian rapor. Akan ada sanksi tegas bagi yang tetap
Pengacara Setya Novanto Sebut KPK Seperti Mau Ngajak Perang
9 tahun laluFredrich Yunadi, kuasa hukum Setya Novanto mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengerahkan sekitar 40 orang saat kliennya dirawat di RSCM Kencana.









