Rabu, 11 Februari 2026
  • Home
  • NASIONAL
  • Ini Lima Hal Yang Masih Kurang Di Pemerintahan Jokowi-JK Menurut SBY
Sabtu, 09 September 2017 09:32:00

Ini Lima Hal Yang Masih Kurang Di Pemerintahan Jokowi-JK Menurut SBY

Oleh: Redaksi
Sabtu, 09 September 2017 09:32:00
BAGIKAN:
Susilo Bambang Yudhoyono (foto int)

JAKARTA(POROSRIAU.COM) - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bicara soal hal-hal yang dianggapnya masih kurang di pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wapres Jusuf Kalla. Ada lima hal yang dikritik SBY.

Menurut SBY, di era Jokowi, masih ada rakyat yang merasakan sulitnya mencari pekerjaan. Menurutnya, pekerjaan adalah hal penting untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Padahal orang yang menganggur pasti tidak punya penghasilan dan akhirnya hidupnya susah," kata SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/9/2017).


SBY juga mengkritik pemerintah soal daya beli masyarakat. Dia memandang saat ini rakyat sulit memenuhi kebutuhan hidup mereka, meski menurutnya harga bahan pokok tidak melonjak drastis.

"Meskipun harga barang dan jasa tidak terus meningkat, tapi kalau tidak punya uang ya tidak ada yang bisa dibeli," tutur SBY.

Ketiga, SBY memberi kritik soal pemberantasan korupsi di era Jokowi. Saat ini, menurut SBY, KPK dalam kondisi rawan.

"Di sana-sini banyak yang melihat adanya upaya untuk melemahkan KPK," tegas SBY.

Keempat, SBY melihat kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat Indonesia masih belum merata. Terakhir, SBY menyebut penegakan hukum masih tidak adil.

"Itulah keresahan yang dialami rakyat kita, utamanya golongan tidak mampu," ujar SBY.

SBY mendesak pemerintah serius menangani 5 hal tersebut. SBY yakin pemerintah Jokowi-JK sudah berupaya memperbaiki 5 sektor itu.

"Saya tahu pemerintah berupaya mengatasi masalah itu tapi perlu ditingkatkan," pungkas SBY.(Viz/Detik)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Isu Merapat ke Jokowi, Ketum PAN: Tunggu Tanggal Mainnya

    7 tahun lalu

    JAKARTA (POROSRIAU.COM) - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan belum menegaskan sikap yang akan diambil partainya bila Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kalah dalam sengketa Pilpres 2019. Ia menegaskan masih

  • Isu Reshuffle Menguat, Gerindra Mengaku Ditawari 4 Pos Menteri

    9 tahun lalu

    POROSRIAU.COM – Beberapa hari terakhir, isu reshuffle dalam kabinet Kerja Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla semakin santer terdengar. Apalagi, pihak Partai Gerindra sudah me

  • Ternyata Kerajaan Gunung Sahilan adalah Keturunan Raja Pagaruyung

    9 tahun lalu

    Saat ini Istana Kerajaan Gunung Sahilan merupakan salah satu situs Nasional di Kabupaten Kampar. Penanganan situs Nasional Istana Gunung Sahilan telah ditangani secara Nasional dan Provinsi.

  • Data Terbaru BNPB: Korban Meninggal Akibat Gempa Lombok 108 Orang, Sejumlah Desa Masih Terisolir

    8 tahun lalu

    Hingga pukul 12:00 Wita, Selasa (7/8), korban meninggal akibat gempa di Lombok menjadi 108 orang, dan korban luka sebanyak 134 orang. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, Selasa (7/8).

  • Virus Corona: Antara 600.000 hingga 700.000 'Berisiko Terpapar', Pemerintah Indonesia Lakukan Rapid Test

    6 tahun lalu

    Tepat tiga pekan setelah Indonesia mengonfirmasi kasus pertama virus yang punya nama resmi Covid-19 tersebut, pemerintah memulai tes massal.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.