Minggu, 19 April 2026
  • Home
  • NASIONAL
  • Ma'ruf : Masa Jokowi dan Saya Dianggap Kafir Sama Neno
Sabtu, 23 Februari 2019 16:39:00

Ma'ruf : Masa Jokowi dan Saya Dianggap Kafir Sama Neno

Oleh: Redaksi
Sabtu, 23 Februari 2019 16:39:00
BAGIKAN:
Internet
Cawapres K.H.Amin Ma'ruf
Porosriau.com - Cawapres Ma'ruf Amin menyayangkan doa Neno Warisman yang dibacakan saat Munajat 212. Ma'ruf heran Pilpres disamakan dengan Perang Badar.
 
"Pertama kok pilpres jadi kayak Perang Badar? Perang Badar itu kan perang habis-habisan. Hidup mati. Kita kan hanya memilih pemimpin," kata Ma'ruf di Mall Palm Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (23/2/2019).
 
 
Ma'ruf menilai doa Neno itu tidak tetap. Ma'ruf kembali menegaskan yang sedang dijalani Indonesia bukan perang.
 
"Kedua, menempatkan posisi yang lain sebagai orang kafir. Masak Pak Jokowi dengan saya dianggap orang kafir. Itu sudah tidak tepat. Menyayangkanlah. Kita kan pilpres bukan perang badar," ujarnya.
 
Selain itu, Ma'ruf juga menyambut positif Bawaslu yang mau menyelidiki acara Munajat 212 di Monas itu. Ma'ruf tidak ingin 212 dijadikan alat politik.
 
"Oh bagus, supaya jangan sampai 212 itu dijadikan kendaraan politik. Itu bagus Bawaslu menyelidiki itu," ucapya.
 
 
Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Neno Warisman, membacakan 'Puisi Munajat 212'. Potongan video saat Neno membacakan puisi itu ramai dibagikan di media sosial.
 
Berikut ini isi potongan puisi dari video yang beredar:
 
jangan, jangan Engkau tinggalkan kami
dan menangkan kami
Karena jika Engkau tidak menangkan
Kami khawatir ya Allah
Kami khawatir ya Allah
Tak ada lagi yang menyembah-Mu
 
 
 
 
(detik.com)
Editor: Redaksi

  Berita Terkait
  • Pimpin Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Meranti ke-8, Bupati Ajak Segenap Masyarakat Bersatu Padu Bangun Meranti

    9 tahun lalu

    SELATPANJANG (POROSRRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si bertindak sebagai Pembina Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Meranti Ke-8 Tahun 2016. Upacara dalam rangka mengenang terbentuknya Kabupaten Meranti pada Tanggal 19 Desember 20

  • Detik-detik Terakhir Imam NII Kartosoewirjo

    9 tahun lalu

    Dia dieksekusi dan dimakamkan di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu, bukan di Onrust seperti yang selama ini diyakini banyak orang. Dia diperlakukan secara Islami.

  • Syarwan Hamid Kembalikan Gelar Datuk Seri Lela Negara ke LAM Riau

    7 tahun lalu

    Datuk Seri Lela Setia Negara oleh Letjend (Pur) TNI Syarwan Hamid wujudkan niatnya mengembalikan gelar adat Datuk Seri Lela Negara yang diterimanya saat dirinya menjabat Mendagri.

  • Virus Corona: Antara 600.000 hingga 700.000 'Berisiko Terpapar', Pemerintah Indonesia Lakukan Rapid Test

    6 tahun lalu

    Tepat tiga pekan setelah Indonesia mengonfirmasi kasus pertama virus yang punya nama resmi Covid-19 tersebut, pemerintah memulai tes massal.

  • Dari Pemilih ke Konsumen Politik

    9 tahun lalu

    DALAM kontestasi kampanye politik satu dekade belakangan ini, telah terjadi pergeseran memaknai konstituen politik dari konsep pemilih (voter) menjadi konsep konsumen (consumer). Andrew Hughes (201

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.