Jumat, 05 Juni 2026
  • Home
  • NASIONAL
  • Pertamina Iming - Iming "Casback 50 % ", Fadlizon : Harga BBM Mestinya Sudah Turun
Senin, 20 April 2020 14:39:00

Pertamina Iming - Iming "Casback 50 % ", Fadlizon : Harga BBM Mestinya Sudah Turun

Senin, 20 April 2020 14:39:00
BAGIKAN:
NASIONAL, POROS RIAU.COM - Pertamina berani memberikan iming - iming cashback 50% kepada pengendara ojek online, hal ini disinyalir oleh Fadlizon, karena harga BBM mestinya memang sudah turun cukup besar hari ini. Senin (20/04/20)
 
"Kenapa kemarin pertamina, misalnya, berani memberikan iming-iming ‘cashback’ hingga 50 persen kepada para pengemudi ojek online, kenapa? Karena harga BBM mestinya memang sudah turun cukup besar hari ini".
 
Dirinya menambahkan, Kebijakan yang hanya pada ojek online justru diskriminatif terhadap konsumen lain termasuk mereka yang membutuhkan. Di tengah ancaman krisis ekonomi besar, yang oleh IMF disebut sebagai “The Great Lockdown”, penurunan harga BBM sebenarnya bisa jadi stimulus ekonomi. Penurunan tersebut akan membantu daya beli masyarakat yang sejauh ini sudah tergerus, penurunan itu juga akan membantu menekan ongkos logistik.
 
"Sayangnya, bukannya menjadikan harga BBM sebagai instrumen meringankan beban ekonomi masyarakat, Pemerintah malah menjadikan momen anjloknya harga minyak ini sebagai jalan untuk mengeruk keuntungan. Pada 28 Feb 2020 lalu, Menteri ESDM telah mengeluarkan Kepmen ESDM No. 62. K/12/MEM/2020 yang mengubah formula harga jual BBM, kebijakan ini yang membuat harga BBM kita tetap bertengger di level mahal, meskipun harga minyak mentah sbnrnya sedang anjlok, ini kan kebijakan akal-akalan saja". Ujar Fadlizon.
 
Sebagai catatan, kebijakan perubahan formula ini dilakukan kurang dari satu semester dari formula sebelumnya yang ditetapkan pada Oktober 2019 lalu. Kalau di cermati, formula penentuan harga BBM ini memang kerap berubah-ubah, tahun lalu saja, perubahannya terjadi sebanyak dua kali.
 
"Bisa dibayangkan, komoditas strategis seperti BBM ini regulasi harganya diatur melalui formula yang berubah terus-menerus, sesuai selera yang tak jelas arahnya. Kok bisa Pemerintah mengakali rakyatnya begitu? Sy kira, ke depan perlu dipikirkan agar formula penentuan harga BBM ditetapkan di dalam undang-undang, bukan oleh Keputusan Menteri. Agar soal-soal penting semacam ini tak diatur seenak perut penguasa". ucapnya kesal.
 
Terakhir Fadlizon mengingatkan jika presiden memang pro rakyat, seharusnya segera menegur Menteri ESDM agar mengubah kembali formula pengaturan harga BBM.
 
"Jika Presiden jokowi memang pro rakyat, maka ia seharusnya segera menegur Menteri ESDM agar mengubah kembali formula harga BBM. Biarkan rakyat menikmati harga BBM murah di tengah kesulitan lain yg kini tengah menghimpit mereka. Jangan sampai, kalau harga minyak dunia melambung tinggi, kerugiannya segera dibebankan kepada konsumen. Namun, kalau harga minyak anjlok, keuntungannya dinikmati korporasi dan Pemerintah sendirian. Maka seharusnya turunkan harga BBM sekarang juga" tutupnya.
Editor: Muhammad Adhhari

  Berita Terkait
  • "HARGA BBM TETAP TINGGI" Fadli Zon: IMBAS KEBIJAKAN AKAL-AKALAN

    6 tahun lalu

    Sebagai perbandingan, saat ini Malaysia menjual Ron 95 (setara Pertamax Turbo) seharga RM1,25, atau setara dengan Rp4.500 per liter. Padahal, di Jakarta, harga Pertamax Turbo saat ini adalah Rp9.850. Ini kan gila-gilaan selisihnya. Siapa yg ambil keuntung

  • OJK Prediksi NPL Turun Pada Akhir 2017

    9 tahun lalu

    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memperkirakan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) bank akan turun seiring dengan selesainya restrukturisasi dan konsolidasi perbankan pada akhir 2017.

  • Harga Dasar Pertalite Ditetapkan Pertamina, DPRD Riau Janji Revisi Perda Pajak Daerah

    8 tahun lalu

    Peraturan Daerah (perda) merupakan produk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi atau kabupaten/kota. Ada perda yang lahir berdasarkan hak inisiatif anggota DPRD, ada juga berdasarkan usulan eksekutif dalam hal ini tim pemerintah provinsi atau kab

  • Pertamina Akan Turunkan Harga BBM Januari Mendatang

    8 tahun lalu

    Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengungkapkan, salah satu alasan Pertamina belum menurunkan harga BBM non subsidi lantaran masih memiliki stok BBM yang dibeli sebelumnya saat harga minyak dunia tinggi.

  • Indonesia dan Arab Saudi, Siapa Membutuhkan Siapa?

    9 tahun lalu

    POROSRIAU.COM--Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi terus melambat dalam dua tahun terakhir. Setelah mencatat pertumbuhan fenomenal sebesar 10 persen pada 2011, perekonomian negara teluk itu kemudian turun pada 2012, dengan pertumbuhan 5,4 persen dan turun lagi

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.