Sabtu, 05 September 2026
  • Home
  • PEKANBARU
  • Disperindag Pekanbaru Pantau Peredaran Daging Celeng
Senin, 22 Mei 2017 16:05:00

Disperindag Pekanbaru Pantau Peredaran Daging Celeng

Oleh: Firman Tanjung
Senin, 22 Mei 2017 16:05:00
BAGIKAN:
Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut
PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Panjang menggagalkan penyelundupan dua ton daging babi hutan atau celeng di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, Sabtu (20/5/2017), sekitar pukul 22.30 WIB.
 
Menyikapi ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru mengimbau warga Kota Pekanbaru tetap waspada.
 
"Kita semua tetap melakukan pengawasan sesuai tupoksi kita. Artinya kita memang tidak bisa mengawasi secara intensif satu persatu, tapi beberapa titik sentral yang menjadi pusat kerawanan, kita lakukan pengawasan, seperti penjual bakso atau di pasar-pasar. Artinya daging yang ada di pasar atau komoditi itu akan kita cek asalnya dari mana," ungkap Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut.
 
Saat ditanya apakah Disperindag menemukan adanya titik atau lokasi yang rawan terjadinya aktifitas jual beli daging babi, dijawab Ingot.
 
"Bukan beberap titik, tetapi jenisnya. Mungkin pedagang bakso bakar yang ada di sekolah-sekolah, karena kita sering kali tidak tau proses awalnya. Selalu kita lakukan pengawasan, tetapi tidak menyeluruh
 
Menurut Kepala Disperindag, pihaknya hingga kini belum menemukan adanya daging babi yang diperjual belikan di Kota Pekanbaru.
 
"Tidak, kita tidak menemukan. Jadi kita tetap mengimbau agar masayarakat tetap tenang, tetapi tetap waspada. Berbelanja lah ditempat yang sudah kita yakini bersama. Kemudian kita lihat juga harganya, kalau harga Rp 80 ribu, tiba-tiba dijual Rp 30 ribu, pantas kita curiga. Kita tidak ingin masyarakat kita resah. Namun kewaspadaan itu perlu," ujarnya.(fir)
Editor: Firman Tanjung

  Berita Terkait
  • Antisipasi Masuknya Barang Luar dan Kadaluarsa, SKPD Perlu Tingkatkan Pengawasan

    10 tahun lalu

    PEKANBARU(POROSRIAU.COM),-- Jelang Natal dan tahun baru seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diminta untuk meningkatkan pengawasan terutama terhadap produk-produk makanan dan minuman luar yang masuk dan beredar dan juga barang kadaluarsa di Pek

  • Harga Cabai Meroket Hingga Rp 100 Ribu Perkilo

    10 tahun lalu

    Harga cabai merah di Kota Pekanbaru saat ini melonjak drastis. Dari semula harga normal Rp 35 ribu per kilogram, kini cabai merah asal Sumatera Barat (Sumbar) mencapai Rp 100 ribu per kilogram, sedangkan cabai asal Sumatera Utara sebesar Rp 90 ribu perkil

  • Revitalisasi Bangunan Kios Dinilai Gagal, SUA Minta Disperindag Tanggung Jawab

    10 tahun lalu

    Berupaya terus menjalin silaturrahmi dan dekat dengan masyarakat, kali ini sasaran calon Wakil Walikota Pekanbaru nomor urut 5, Said Usman Abdullah (SUA) mendatangi pasar Rumbai di jalan Sekolah Rumbai, Kamis (10/11).

  • Hasil Uji Labor Tidak Ditemukan Adanya Beras Plastik

    9 tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Masyarakat Kota Pekanbaru bisa bernafas lega. Pasalnya isu beredarnya beras sintetis atau beras dicampur bahan plastik di Kota Pekanbaru terbantahkan. Hal ini setelah dilakukan pemeriksaan sampel di laboratorium Balai Besar Pen

  • LAMR Kota Pekanbaru: Apa Sebenarnya Kota Madani Itu?

    8 tahun lalu

    Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Pekanbaru ke-234, yang digelar di DPRD Pekanbaru, Sabtu (23/6) berjalan sukses. Meski jadwal pelaksanaan sempat diundur, namun dihadiri semua pejabat yang diundang.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.