Selasa, 31 Januari 2017 15:00:00
Listrik PJU Dituding "Boros", Roni Tawarkan Solusi Investasi Atasi PJU Pekanbaru
Oleh: Eza
Selasa, 31 Januari 2017 15:00:00
PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Amriel, mengaku prihatin dengan kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) yang ada di Kota Pekanbaru. Dimana, hingga saat ini Pemko Pekanbaru membayar tagihan PJU Rp8 miliar per tahunnya.
Belum lama ini, Roni menyebutkan bahwa Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, telah mengundang mitra kerjanya dari PT PINS Indonesia.
Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan Customer Premises Equipment (CPE) dan merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia itu, menawarkan kerjasama dan investasi menyangkut persoalan kondisi kelistrikan di Kota Pekanbaru.
"Mereka (PT PINS,red) siap berinvestasi dan membantu kota Pekanbaru dalam hal persoalan PJU yang menyedot daya watt sangat tinggi saat ini," kata Roni, kepada wartawan, saat ditemui di DPRD Kota Pekanbaru, Selasa (31/1).
Dikatakan Roni, dalam kerjasama yang ditawarkan, PT PINS Indonesia melakukan pergantian bola lampu jalan yang saat ini menggunakan teknologi mercuri dengan lampu jalan yang menggunakan teknologi Light Emitting Diode (LED).
"LED sebagai model lampu masa depan dianggap mampu menekan pemanasan global karena efisiensinya. Lampu LED ini bila digunakan dapat menghemat 50 sampai 60 persen. Kita tahu, hampir 90 persen PJU tidak menggunakan lampu hemat energi," jelasnya.
Dalam hal kerjasama pembayaran, PT PINS katanya, hanya menawarkan dengan jasa sisa penghematan. Dimana, efisiens ini nantinya dihitung berdasarkan beban penggunaan lampu jalan dan persentase penghematan.
"Sisanya nanti dibayarkan PT PINS. Yang mana anggaran PJU per tahunnya menyedot anggaran Rp8 miliar. Teknologi LED ini sudah banyak digunakan di kab/kota lain seperti pelalawan, kuansing, rohul dan dumai, tinggal kota pekanbaru yang belum," ungkapnya.
Menurut Roni, tidak hanya PJU saja. Penghematan yang memerlukan teknologi lampu hemat energi ini juga bisa digunakan di setiap perkantoran dan instansi Pemko Pekanbaru.
"Pj Walikota Pekanbaru harus segera membuat MoU dengan perusahaan PT PINS. Dengan adanya strategi ini, masalah dalam pembayaran listrik di kota pekanbaru bisa terselesaikan dengan baik," tutupnya.(Eza)
Editor: Chaviz
Listrik Kerap Padam, PLN Tidak Becus Atasi Permasalahan Listrik di Siak
10 tahun laluKerap padamnya listrik secara mendadak di wilayah Kabupaten Siak dalam beberapa pekan terakhir ini. Telah menimbulkan keresahan yang luar biasa di tengah kalangan masyarakat (pelanggan, red). Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut maupun solusi ya
PLTG 250 MW Mampu Atasi Krisis Listrik di Pekanbaru
10 tahun laluPembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berkapasitas 250 Megawatt (Mw) mampu mengatasi krisis listrik yang selama ini terjadi di Kota Pekanbaru. Oleh sebab itu, Direktur Perusahaan Daerah Pembangunan (PD Pembangunan) Kota Pekanbaru
PLN Beralasan Gangguan, Managemen PLN Pekanbaru dicecar Komisi IV
10 tahun laluGerah dan seringnya listrik padam di Kota Pekanbaru, Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Kamis (10/11) pagi, memanggil manajemen PLN Area Kota Pekanbaru, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Alhasil PLN ungkapkan alasan klasik seperti ada gangguan.
Resahkan Warga, Pembangunan Tower Sutet PLN Garuda Sakti - Pasir Putih Diprotes
9 tahun laluSejumlah keluhan disampaikan warga, mulai dari tidak adanya sosialisasi, urusan ganti rugi lahan yang tak tuntas hingga keberadaan anggota TNI di lokasi pembangunan tower PLN.
Pemadaman Terus Terjadi, PLN Dianggap Tak Mampu
9 tahun laluUngkapan kekesalan yang mendalam dan hanya bisa berkata, Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Amril SH minta PLN Ara Kiri (Bunuh diri) saja. Pasalnya persoalan listrik seperti pemadaman masih saja dilakukan PLN sampai hari ini yang diketahui sudah te









