Minggu, 19 April 2026
  • Home
  • PEKANBARU
  • Sesalkan Cagar Budaya Pekanbaru Hilang, Fathullah Minta Renovasi Mesjid Raya Dihentikan
Rabu, 05 April 2017 16:04:00

Sesalkan Cagar Budaya Pekanbaru Hilang, Fathullah Minta Renovasi Mesjid Raya Dihentikan

Oleh: Eza
Rabu, 05 April 2017 16:04:00
BAGIKAN:
int
Mesjid raya Senapelan

PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Anggota DPRD Kota Pekanbaru, H Fathullah menyesalkan cagar budaya Kota Pekanbaru yang merupakan bukti sejarah yakni mesjid raya Senapelan di hapus. Pasalnya saat ini bangunan mesjid raya tidak lagi seperti awal berdiri dahulu, revitalisasi membuat bangunan mesjid ini berubah total. 

Sehingga adanya rencana dari Kementrian untuk penghapusan cagar budaya yang dimiliki Kota Bertuah  turut disesalkan DPRD Kota Pekanbaru. 

" sebagai masyarakat Kota Pekanbaru saya tidak menginginkan nilai-nilai sejarah Masjid Raya hilang begitu saja," kata Fathullah saat dikonfirmasi dikantornya Rabu (5/4).

Untuk itu, Fathullah berharap agar renovasi total mesjid raya diberhentikan dahulu. Menurutnya kembalikan bentuk asli dari mesjid raya tersebut.

"Sudah banyak biaya yang sudah dikucurkan untuk renovasi total mesjid raya itu,  saya mohon kepada pak gubernur tolong anggaran yang akan dikucurkan ditahan dulu. Kita bermusyawarah dulu dengan kelompok-kelompok suku bangsa yang ada disni terutama masyarakat melayu, seperti Lam Kota, Lam Provinsi, tokoh masyarakat yang ada dibwa berunding. Ini bukan negri satu orang tapi negri orang banyak. Contohnya banyak uang yang habis disana tapi tidak diterima oleh masyarakat. Kan kecewa kita," jelasnya.

Fathullah juga menginformasikan kepada Gubernur Riau jangan terburu-buru menurunkan anggaran untuk sekarang ini.

 " Tolong ditahan dulu! Karena masyarakat Riau khususnya di Pekanbaru tidak menerima keberadaan mesjid raya yang ada sekarang. Kita membangun itu harus singkron apa tidak dengan masyarakat, menerima atau tidak masyarakat dengan perubahan mesjid ini. Masyarakat inginnya dibangun mesjid raya seperti semula. Kalau seperti sekarang ini sudah jauh berubah," tegas Fatullah.

Politisi Gerindra ini sangat miris melihat situs sejarah yang ada di mesjid raya sudah dicabut oleh situs sejarah dari Pagaruyung. 

"Apa ga kecewa kita, satu-satunya di Pekanbaru yang dapat kita banggakan, ikon yang kita banggakan di Pekanbaru malah hilang. Jadi gak ad arti pak gubernur bangun disitu. Yang dibangun itu menyenangkan hati masyarakat. Dulu saat mesjid raya masih bentuk aslinya, setiap bulan suci ramadhan mesjid raya dikunjungi masyarakat dari provinsi-provinsi lain, sekarang tidak ada lagi. Kan kita yang rugi, semegah manapun mesjid dibangun kalau tidak sesuai dengan bentuk semula, tidak ada manfaatnya," sesalnya.

Dilihat dari Peraturan Gubernur yang ada pun renovsi ini salah. Di pergub dinyatakan untuk membangun kawasan, bukan mesjid itu yang dirombak. Yang bertanggung jawab tentu kepala daerah kenapa dibiarkan yang tidak sesuai dengan masyarakat. (Eza)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Warga Kelurahan Pembatuan Berharap Pasangan BISA Duduk di 2017

    9 tahun lalu

    PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Pelaksanaan kampanye dialogis pasangan nomor 5 yakni pasangan calon Walikota Pekanbaru, Destrayani Bibra dan Wakil Walikota, Said Usman Abdullah di RW 06 Kelurahan Pembatuan Kecamatan Tenayan Raya sangat mengharapkan pasangan Bi

  • Petang Belimau di Taman Rumah Singgah Tuan Kadi

    9 tahun lalu

    Jika dulu kita mengenalnya dengan nama Petang Megang, kini tradisi melayu Pekanbaru dalam menyambut bulan suci ramadhan ini berganti nama menjadi Petang Belimau.

  • Rumah Adat Melayu Berusia 100 Tahun, LAM Minta Pemerintah Segera Renovasi

    8 tahun lalu

    Beberapa cagar budaya Melayu di Kota Pekanbaru, kini menjadi perhatian berbagai kalangan. Termasuk para datuk-datuk adat, yang ada di Kota Bertuah, Pekanbaru. Ketua LAM Pekanbaru, Datuk Yose Saputra bersama pengurus lainnya, sengaja mengunjungi rumah adat

  • Kapolda Riau Kunker Ke Polres Kampar

    10 tahun lalu

    Bangkinang(POROSRIAU.com) - Kapolda Riau Brigjen Pol Drs. Supriyanto didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Riau Ibu Nita Supriyanto melaksanakan kunjungan kerja di Polres Kampar, selasa tanggal (20/9/2016).

  • Resah APK Dirusak, Said Usman Minta Keadilan

    9 tahun lalu

    PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Resah dengan Alat peraga kampanye (APK) pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru nomor urut 5 Dastrayani Bibra-Said Usman Abdullah (BISA) dirusak oleh orang tidak dikenal (OTK). SUA minta keadilan kepada penyelenggar

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.