Jumat, 01 Mei 2026
  • Home
  • PEKANBARU
  • tak Ingin Ujian Sekolah Terganggu, Pemko Pekanbaru Undur Pembukaan MTQ
Selasa, 20 Maret 2018 17:18:00

tak Ingin Ujian Sekolah Terganggu, Pemko Pekanbaru Undur Pembukaan MTQ

Oleh: Firman
Selasa, 20 Maret 2018 17:18:00
BAGIKAN:
Kabag Kesra Setdako Pekanbaru, Idrus
PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Molornya pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke 51 tingkat Kota Pekanbaru dari jadwal awal yang telah ditetapkan, yakni tanggal 31 Maret, semata-mata mempertimbangkan pelaksanaan ujian tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dilaksanakan tidak lama lagi.
 
Alasan diundurnya pembukaan MTQ tingkat Kota Pekanbaru ke 51 ini disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Idrus kepada POROSRIAU.COM di Kantor Walikota Pekanbaru, Selasa (20/3/2018).
 
"Awalnya kita menetapkan MTQ itu tanggal 31 Maret. Jadi setelah berjalan sekian minggu.., rupanya tanggal 30 Maret, tepatnya hari Jum'at.., itu kan hari libur, tanggal merah. Jadi kalau seandainya Jum'at libur, Sabtu libur, Minggu libur, biasanya, kebiasaan pejabat kita ini atau kebiasaan orang Pekanbaru, sore Kamis sudah berangkat keluar kota. Jadi kita takutkan.. kalau seandainya tanggal 31 Maret tetap kita paksakan, sunyi atau sepilah pembukaan MTQ kita," ungkap Idrus.
 
"Muncul wacana itu dimundurkan tanggal 2 April. Setelah dikomunikasikan dengan Dinas Pendidikan.., rupanya 2 April itu anak kelas III SMA ujian nasional. Jadi karena ujian itu, kita tidak ingin terganggu pula anak kita gara-gara MTQ. Maka disimpulkanlah dimajukan ketanggal 28, penutupan tanggal 2 April," sambung Idrus.
 
Sementara itu, untuk perlombaan, dikatakan Idrus, terbagi dari tujuh cabang perlombaan. Seperti tilawah, tahfiz, khatil quran, fahmil quran, syahril quran, MMQ, tafsir quran.
 
"Perlombaan tetap 7 cabang, tetapi sub cabangnya bertambah. Sehingga dari 42 peserta tahun lalu, sekarang ini menjadi 58 peserta. Dewan hakim kita persiapkan sebanyak 85 orang dewan hakim. Itu terdiri dari dewan hakim, panitera dan penghubung. Yang buka langsung kita inginkan Plt Gubernur Riau. Nanti panita akan kesana, minta kesedian Plt.
 
Lebih jauh diungkapka Kabag Kesra, pemenang lomba tingkat Kota Pekanbaru nantinya akan jadi utusan untuk mewakili Kota Pekanbaru ditingkat provinsi.
 
"Yang kita perlombakan sekarang ini hasil seleksi dari tingkat kelurahan, kecamatan dan kemudian kecamatan mengirimkan ketingkat kota. Nah hasil kota ini yang akan kita kirim untuk mewakili kota ke tingkat Provinsi Riau. Dan kalau seandainya berhasil anak kita nanti di provinsi, itulah yang menjadi utusan Riau ketingkat nasional," tutupnya.(fir)
Editor: Firman Tanjung

  Berita Terkait
  • Izin Mati Dua Tahun, Kimteng Tetap Beroperasi

    9 tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Walau izin yang dikantongi mati selama dua tahun, namun kedai kopi Kimteng di Jalan Senapelan, Kecamatan Senapelan yang dianggap menjadi ikon Kota Pekanbaru, tetap beroperasi.

  • Kadisdik: Soal Ujian Masih Standar Nasional

    10 tahun lalu

    Moratoriun Ujian Nasional (UN) yang direncanakan pemerintah pusat bakal berdampak pada Kota Pekanbaru. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bakal kewalahan dalam hal penggandaan soal.

  • DPRD Desak Sekolah Pro Aktif dan Memikirkan Masa Depan Siswa

    9 tahun lalu

    Masuknya laporan dari orang tua siswa yang menyekolahkan anaknya baik itu sekolah negeri atau sekolah swasta tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Pekanbaru trendnya meminta pelunasan uang baik itu S

  • Sepi Penjual, Ternyata Kios di Pasar Rumbai Diperjualbelikan dari Rp25 Juta Hingga Rp60 Juta

    9 tahun lalu

    Sampai hari ini kondisi pasar Rumbai masih sepi penjual. Sepinya kios yang ada di Pasar Rumbai, ternyata bukan karena aktivitas jual beli yang lesu. Pasar yang beralamat di Jalan Sekolah, Kecamatan Rumbai Pesisir itu, ternyata diperjualbelikan oleh oknum

  • Hidup Dengan 7 Anak, Tina Banting Tulang Jadi Buruh Cuci

    9 tahun lalu

    )-- Kristina (30) warga Jalan Tanjung Batu gang berdikari kelurahan pesisir, kecamatan Lima Puluh, terpaksa banting tulang menjadi buruh cuci harian demi menghidupi ketujuh orang anaknya yang masih kecil.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.