Rabu, 07 November 2018 13:03:00
Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Boikot Metro TV, Dewan Pers Minta Media Massa Tak Partisan Beritakan Pilpres
Oleh: Redaksi
Rabu, 07 November 2018 13:03:00
JAKARTA(POROSRIAU.COM)--Anggota Dewan Pers, Hendry CH Bangun, mengingatkan agar media massa tidak partisan dalam memberitakan seputar pemilihan umum. Hal ini terkait dengan langkah kubu Prabowo yang memboikot seluruh wawancara stasiun televisi swasta Metro TV.
“Sejauh ini belum ada laporan,” kata Hendry di Jakarta, Selasa, 6 November 2018. Ia mengatakan lembaganya segera membuat surat edaran untuk meminta agar media massa menjaga netralitas dalam pemberitaan pilpres. Dewan Pers, kata dia, menunggu jika ada laporan dari Badan Pengawas Pemilu ihwal netralitas media selama masa kampanye pemilu.
Ketua Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Djoko Santoso mengambil keputusan untuk memboikot stasiun televisi swasta milik Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, tersebut. “Saya yang ambil tanggung jawab dan ambil keputusan,” kata dia, kemarin.
Djoko mengungkapkan pemboikotan tersebut dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan. Dia beralasan, langkah tersebut diambil karena program-program talkshow Metro TV dinilai merugikan koalisi Prabowo-Sandiaga. Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia itu menganggap pemberitaan Metro TV tak berimbang.
BACA JUGA: Hari Ini, 370 THL Satpol PP Pekanbaru Kantongi Kartu BPJS Ketenagakerjaan
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga, Ferry Juliantono, mengatakan pemboikotan tersebut tak lepas dari niat mereka menginginkan supaya Metro TV lebih objektif dan tidak terlalu partisan. Menurut politikus Partai Gerindra itu, tim Metro TV kerap membuat tema yang menyudutkan Prabowo-Sandiaga.
Pemimpin Redaksi Metro TV, Don Bosco Selamun, tak menampik pembawa acaranya kerap memotong pernyataan narasumber, termasuk perwakilan tim Prabowo Subianto-Sandiaga. Don Bosco juga sadar tindakan itu dikeluhkan oleh tim pasangan calon nomor urut 02 itu. Meski begitu, kata dia, pemotongan pernyataan narasumber bukan tanpa alasan.
“Para presenter memang diminta untuk memotong jawaban-jawaban yang tidak berbasis data, siapa pun narasumbernya,” kata dia. Ia juga menyatakan Metro TV tetap menjaga profesionalisme. “Kami bekerja secara professional,” katanya.***
Editor: Chaviz
Sumber: tempo.co
Diduga Lakukan Fitnah, Kuasa Hukum Amril Mukminin Terancam 10 Tahun Penjara
8 tahun laluTiga orang kuasa hukum Bupati Bengkalis Amril Mukminin, dengan inisial PP, IW, dan A diduga kuat telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan cara memfitnah perusahaan pers harianberantas.co.id, melalui sebuah laporan ke Polda Riau akibat pemberitaan me
Aksi Demo Kelompok Tani, Polda Riau Diminta Tangkap Penyerobot Hutan Lindung
8 tahun laluRatusan massa dari Kelompok Tani (Koptan) Reboisasi Mandiri Hutan Lindung Mahato menggelar aksi demonstasi di Mapolda Riau. Rabu (07/11) siang.
Jurkamnas BPN: Jokowi Jiplak dan Miskin Ide
8 tahun laluEggi mengatakan seruan menggunakan baju putih merupakan trademark dari kubu Prabowo-Sandi, dan telah diserukan oleh Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi.
Tak Beri Selamat Jokowi, Ini Pidato Lengkap Prabowo Tanggapi Putusan MK
7 tahun laluJAKARTA (POROSRIAU.COM) - Prabowo Subianto memberikan pidatonya setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan sidang sengketa Pilpres 2019. Meski tidak memberi selamat kepada pasangan Joko Widodo (Jo
Jokowi Kirim Utusan, "Tanyakan Langsung Kepada Pak Prabowo"
7 tahun laluJAKARTA (POROSRIAU.COM) - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyatakan sudah mengirim utusan khusus untuk bertemu rival politiknya dalam Pilpres 2019, Prabowo Subianto. "Sudah,









