Rabu, 11 Februari 2026
  • Home
  • DUMAI
  • ARAK Curiga Ada Mafia Obat di RSUD Suhatman Mars, APH Diminta Bertindak Tegas
Senin, 05 Januari 2026 19:30:00

ARAK Curiga Ada Mafia Obat di RSUD Suhatman Mars, APH Diminta Bertindak Tegas

Senin, 05 Januari 2026 19:30:00
BAGIKAN:
Denew Indra SE
DUMAI, POROSRIAU.COM - Kosongnya persedian obat obatan di Rumah Sakit Umum Daerah Dumai sejak beberapa tahun lalu, menimbulkan kecurigaan dan tanda tanya besar di masyarakat. 
 
Banyak keluhan dan rasa kecewa masyarakat saat berobat di Rumah Sakit Umum, karena stok obat obatan banyak yang tidak tersedia, dan pasien terpaksa harus  membeli keluar. 
 
Kondisi ini, mendapat perhatian serius dari masyarakat terutama  para pegiat hukum anti korupsi. Aliansi Rakyat Anti Korupsi salah satunya mencium aroma permainan yang busuk di pengadaan obat obatan Rumah Sakit Umum Daerah. 
 
Kosongnya stok obat obatan menurut Denew Indra SE patut di curigai, karena setiap tahun anggaran belanja pengadaan obat obatan terus di adakan melalui APBD., aneh jika stok obat banyak yang tidak tersedia. 
 
" Kita curiga ada mafia obat yang bermain dalam pengadaan obat obatan di Rumah Sakit Umum Daerah. " ungkap Denew Indra
 
Selain tidak tersedia obat obatan di rumah sakit Denew Indra mencurigai permainan dalam pengadaan obat obatan yang di di nilai berpotensi merugikan keuangan negara, salah satunya, pembelian obat yang akan masuk masa kadaluarsa, pengadaan obat yang tidak terlalu penting atau obat tersebut jarang di gunakan untuk kepentingan pengobatan bagi masyarakat. 
 
" Kita mendeteksi ada dugaan permainan busuk dalam pengadaan obat dan berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah.  
 
Untuk itu, pihaknya  mendesak aparat penegak hukum untuk mengambil langkah tegas upaya yang menimbulkan kerugian baik bagi masyarakat maupun keuangan negara.
 
" Kita minta aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi atas dugaan permainan dalam pengadaan obat obatan di RSUD. tegasnya.
 
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Dumai, dr Eka Viona Effendi, hingga berita ini di rilis belum berhasil di konfirmasi, lewat jaringan selularnya dr Eka Viona Effendi, menyebutkan dirinya sedang rapat dan akan kembali menghubungi.
 
" Maaf bg, saya sedang rapat nanti akan saya hubungi kembali" ujar Eka singkat. ( 54f).

 

  Berita Terkait
  • Dugaan Korupsi MOT Terungkap, Karena Pecah Kongsi, dr Ridho Gagal Dapat Fee 7 Miliar?

    3 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Hanif Ahdi Fiddini pemilik PT Hetech Nusantara bukan orang sembarangan, pemasok alat kesehatan dan obat di rumah Sakit Umum Dumai merupakan pemain lama di bidang kesehatan.

  • Taring Kejari Diuji, Proyek MOT RSUD Dumai Antara Dugaan Korupsi atau Gratifikasi

    3 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Penanganan laporan dugaan penyelewengan pengadaan alat medis bedah di Rumah Sakit Umum Daerah Dumai, Suhatman Mars, hingga kini masih jalan di tempat.  Kendati, pih

  • Meledak! Ratusan Pegawai RSUD Suhatman Mars Rencanakan Aksi Penolakan, ARAK Minta Diaudit Menyeluruh

    satu bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Pemotongan jasa medis pegawai Rumah Sakit Umum Mars Dumai sempat memicu emosi pegawai, pasalnya, Plt Dirut Hafidz, sempat menjamin jika pemotongan tidak akan terjadi sebelum

  • Khidmat Kesehatan, Pemerintah Dumai Gratiskan Pelayanan Kesehatan Dalam dan Luar Kota

    3 tahun lalu

    Berawal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), pemerintah memastikan masyarakat yang memiliki Kartu tanda penduduk (KTP) Dumai bisa mendapatkan pelayanan dan berobat gratis

  • Masyarakat Sipil Anti Korupsi Sepakat Jika Kajari Dumai Harus Dicopot

    3 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Seperti gayung bersambut, desakan Aliansi gabungan beberapa organisasi anti korupsi dan lingkungan Kota Dumai mendesak agar Kepala Kejaksaan Negeri Dumai, Pri Wijeksono SH, s

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.