Jumat, 23 Agustus 2019
  • Home
  • DUMAI
  • Posting Hoaks Penculikan Anak di Medsos, IRT di Dumai Terancam 10 Tahun Penjara
Selasa, 06 November 2018 13:11:00

Posting Hoaks Penculikan Anak di Medsos, IRT di Dumai Terancam 10 Tahun Penjara

Oleh: Redaksi
Selasa, 06 November 2018 13:11:00
BAGIKAN:
Konferensi Pers di Mapolresta Dumai, Senin (05/11)

DUMAI(POROSRIAU.COM)—FA (31), seorang ibu rumah tangga (IRT) diringkus Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Dumai Provinsi Riau, terkait penyeberan berita bohong (Hoaks) di akun media sosial (Medsos) miliknya beberapa watu lalu.

Ia (FA) menyebarkan (Memposting) berita adanya penculikan anak yang terjadi di Kelurahan Bagan Besar. Dalam tulisan itu, Ia menegaskan bahwa kabar yang disebarkanya  memang benar adanya alias bukan kabar Hoaks.

Ia juga mengimbau warga Dumai untuk selalu waspada.

Sontak, postingan yang diunggah pada tanggal 27 Oktober 2018 itu menyebar dengan cepat, dan menimbulkan keresahan terhadap warga setempat.

Kapolres Kota Dumai AKBP Restika Pardamean Nainggolan, dalam konferensi pers,  Senin (5/11) pukul 11.00 Wib. Diketahui motif pelaku ingin membuat masyarakat Kota Dumai agar lebih waspada terhadap penculikan anak.

“ Pelaku FA diamankan oleh Tim Opsnal Sat Reskrim di rumah Saudaranya di Jalan Paus Kel. Simpang Tetap Darul Ikhsan (STDI) Kec. Dumai Barat, usai membuat postingan Hoaks dan menyesatkan itu. Sementara,  Motif pelaku ingin membuat masyarakat Kota Dumai untuk lebih waspada terhadap penculikan anak,” jelasnya.

Kembali dikatakan Kapolres, kronologis penangkapan pelaku berawal adanya postingan dari Pelaku FA terkait penculikan anak di Bagan Besar yang telah menimbulkan keresahan warga. Anggota Polres Dumai bersama Polsek  Bukit Kapur bergerak cepat untuk melakukan pengecekan kebenaran imformasi tersebut.

“ Dan diperoleh informasi bahwa berita tersebut tidak benar, kemudian dilakukan penyelidikan terhadap pemilik akun tersebut.  Dari hasil introgasi pelaku mengakui dapat informasi tersebut dari mulut ke mulut, lantas memberitahukan teman-temannya melalui postingan,” jelas AKBP Restika Pardamean Nainggolan.

Dari tangan pelaku FA, petugas berhasil mengamanakan barang bukti berupa 1 (Satu) Unit Handphone merk Altacel One Touch 890D Warna Abu-abu dengan IMEI1 : 355191041442391 dan IMEI2 : 355191041442409, 1 (Satu) Buah Kartu Handphone dengan Nomor 085830948805, 1 (Satu) Buah Akun Facebook a.n. Vetny Bunda Dhiwan dengan email akun : vetnyarti@ymail.com berikut Kata Sandi. dan hasil Screenshoot Postingan Akun Facebook a.n. Vetny Bunda Dhiwan.

Atas perbuatannya pelaku FA dijerat dengan pasal Pasal 14 Ayat (1) UU RI No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 10 (sepuluh) Tahun dan pasal 45A Ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan Ancaman Hukuman maksimal 6 (enam) Tahun dan/atau denda Rp. 1.000.000.000 (Satu Miliyar).(*/viz)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Hari Ini, 370 THL Satpol PP Pekanbaru Kantongi Kartu BPJS Ketenagakerjaan

    10 bulan lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Tenaga Harian Lepas (THL) Satpol PP Kota Pekanbaru dituntut lebih maksimal dalam menjalankan tugasnya. Pasalnya, Rabu (7/11/2018) pagi, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekan

  • Cerita Pilu PNS Dumai Punya Suami Pecandu Narkotika

    3 tahun lalu

    DUMAI(POROSRIAU.com) – Nv (35) berkulit putih rambut ikal sebahu dan berparas menawan, merupakan seorang oknum PNS yang bekerja di lingkungan Pemerintahan Kota Dumai, belum sempat miliki ketu

  • Keluh Kesah Terkait Zonasi, Hingga Viral di Medsos Netizen Dumai

    satu bulan lalu

    DUMAI (POROSRIAU.COM) – Sejak berakhirnya penutupan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SLTA pada tanggal 8 Juli 2019, banyak kalangan dari orangtua calon siswa Kota Dumai berkeluh k

  • Dilecehkan di Medsos, Ini Tanggapan HM Wardan

    2 tahun lalu

    Menanggapi akun FB atas nama Egal Rmbc yang memposting kata-kata yang tidak pantas yang ditujukan kepada Wardan dan Jokowi, menurut Bupati, itu merupakan kalimat yang tidak seharusnya di posting.

  • Jangan Bilang Sama Mamakmu, Nanti Kubunuh Kau!!

    2 tahun lalu

    Awalnya, pada hari kejadian saksi korban IS yang saat itu masih berumur 13 tahun sedang tidur sendirian di ruang tamu.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.