Jumat, 23 Agustus 2019
  • Home
  • HUKUM
  • Tersandung Kasus Proyek Fiktif, Mantan GM Pelindo I Cabang Dumai Berurusan dengan Pihak Berwajib
Sabtu, 13 Juli 2019 01:42:00

Tersandung Kasus Proyek Fiktif, Mantan GM Pelindo I Cabang Dumai Berurusan dengan Pihak Berwajib

Sabtu, 13 Juli 2019 01:42:00
BAGIKAN:
MEDAN (POROSRIAU.COM) - Polda Sumut tangkap Drs. Harianja, MM (59) Pensiunan Pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) yang juga mantan General Manager PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Dumai, warga Dusun Tanjung Sari No. 13 H Desa Selayang, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat dan Rudi Marla, S.T, M.M (50) Pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) yang juga mantan Kepala Unit Galangan Kapal (UGK) Belawan PT. Pelindo I (Persero) warga Jalan Perdata III No. 09, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur.
 
Keduanya ditangkap dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pekerjaan Investasi Kapal Tunda Bayu III PT. Pelindo I (Persero) Cabang Dumai tahun 2011 yang diduga pekerjaan tersebut tidak dilaksanakan (fiktif).
 
Informasi yang berhasil dihimpun dari Kasubdit III Tipikor Polda Sumut Kompol Roman Smaradhana Elhaj menyebutkan bahwa pada tanggal 12 Desember 2011 telah dilakukan perikatan Surat Perjanjian (Kontrak) Nomor. UM.58 /20 /13 /Dum – 2011 dengan nilai Rp.1.555.070.000 milyar terkait Pekerjaan Investasi Kapal Tunda Bayu III PT. Pelindo I (Persero) Cabang Dumai Tahun 2011 yang ditandatangani oleh Drs. Harianja, MM selaku General Manager PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Dumai dan Rudi Marla, ST, MM selaku Kepala Unit Galangan Kapal Belawan PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero), dimana sesuai dengan kontrak tersebut yang mengerjakan adalah Unit Galangan Kapal Belawan PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) dengan waktu pelaksanaan selama 40 (empat puluh) hari kalender.
 
Dalam pemaparannya Kasubdit III Tipikor Polda Sumut Kompol Roman Smaradhana Elhaj bahwa tanggal 29 Desember 2011, telah dilakukan pembayaran uang muka atau modal kerja atas pekerjaan tersebut sebesar Rp.1.399.563.000 milyar dengan cara ditransfer dari Rekening Bank BNI dengan nomor rekening 0058936010 atas nama Direksi PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Kantor Pusat Medan ke Rekening BNI dengan nomor rekening 0058938256 atas nama Unit Galangan Kapal PT. Pelindo I (Persero) sebesar Rp.1.399.563.000 milyar kemudian dengan menggunakan Cek BNI Nomor CV. 373172, tanggal 29 Desember 2011 sejumlah uang tersebut dicairkan kemudian pada tanggal 30 Desember 2011 uang tersebut di transfer sebesar Rp.1.343.480.000 milyar ke PT. Sinbat Precast Teknindo dan sisanya sebesar Rp.56.033.000 juta.
 
Setelah kontrak ditandatangani, lanjut Kasubdit III Tipikor Polda Sumut Kompol Roman Smaradhana Elhaj, pihak Unit Galangan Kapal Belawan PT. Pelindo I (Persero) tidak ada mengerjakan pekerjaan tersebut sesuai dengan kontrak dan uang sebesar Rp.1.343.480.000 milyar dibayarkan kepada PT. Sinbat Precast Teknindo adalah untuk membayar hutang Unit Galangan Kapal PT Pelindo I (Persero) kepada PT Sinbat Precast Teknindo atas Pekerjaan Investasi dan Pekerjaan Perbaikan Kapal Tunda Bayu III Tahun 2010 sehingga kontrak tersebut hanya direkayasa untuk dapat mengeluarkan uang dan faktanya Unit Galangan Kapal PT. Pelindo I (Persero) /PT. Pelindo I (Persero) Cabang Dumai tidak ada melakukan perikatan perjanjian /Kontrak dengan PT. Sinbat Precast Teknindo.
 
"Keduanya ditangkap berdasarkan laporan hasil audit dalam rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara oleh BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Utara ditemukan kerugian keuangan negara atas pekerjaan tersebut sebesar Rp.1.399.563.000 milyar sesuai Surat Nomor R - 13/PW02/5.2/2019 tanggal 02 April 2019," Kasubdit III Tipikor Polda Sumut Kompol Roman Smaradhana Elhaj, Kamis (11/07).
 
Dari tangan kedua tersangka turut diamankan barang bukti berupa surat Perjanjian Nomor. UM. 58 /20 /13 /Dum – 2011, tanggal 12 Desember 2011 terkait pekerjaan Investasi Kapal Tunda Bayu III Tahun 2011, formulir kiriman uang Bank BNI, tanggal 30 Desember 2011 penerima PT. Sinbat Precast Teknindo, Alamat Jalan RE. Martadinata Km 2 Sekupang Batam, pengirim PT. Pelindo I (Persero) Unit Galangan Kapal Jalan Sumatera No. 1 Belawan dengn jumlah uang sebesar Rp. 1.343.480.000 milyar, 1(satu) lembar asli rekening Koran Bank BNI Nomor. 0058938256 untuk periode 01-12-2011 s.d 03- 01-2012, Cek Bank BNI Nomor CV. 373172, tanggal 29 – 12 – 2011 kepada TONY. ET untuk UM. Pek. Tambahan KT. Bayu III, Sisa terakhir Rp. 1.399.563.000 milyar.
 
Kemudian barang bukti Nota Dinas Kabag Umum dan Keuangan Unit Galangan Kapal PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Nomor PUM. 218 / V / UGK – 12, tanggal 03 Mei 2012 perihal pertanggungjawaban uang muka yang telah jatuh tempo, 1(satu) lembar asli rekening Koran Bank BNI Nomor. 0058938256 untuk periode 01-12-2011 sampai 03- 01-2012 dan Nota Dinas Kabag Umum dan Keuangan Unit Galangan Kapal PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Nomor PUM. 218 / V / UGK – 12, tanggal 03 Mei 2012 perihal pertanggungjawaban uang muka yang telah jatuh tempo.
 
Atas perbuatannya, kedua tersangka disangkakan dengan Pasal 2 ayat (1) UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Pasal 3 UU RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999 dan Pasal 55 Ayat (1) Ke-1e KUHPidana. (dc/red)
Editor: Redaksi

  Berita Terkait
  • Layak kah Wabup Bengkalis Muhammad Dipenjara KPK?

    3 tahun lalu

    POROSRIAU.com- Riau dikenal dengan sebutan “Petro Dollar” karena kaya dengan minyak bumi dan perkebunan kelapa sawit.“Atas minyak, bawah minyak” kerap terdengar istilah ters

  • Edis Wan : Membentuk Lembaga Pinjaman Tanpa Riba Melalui Efesiensi Zakat Mal, Solusi Mengatasi Jeratan Praktek Rente Dimasyarakat

    4 bulan lalu

    DUMAI (POROSRIAU.COM) - Pria kelahiran Alahan Panjang, Solok, Sumatera Barat, 16 April 1973 adalah Calon Anggota Legislatif (Caleg) 2019 Kota Dumai yang maju melalui Partai Amanat Nasiosal (PAN).

  • Darurat Korupsi

    2 tahun lalu

    KASUS korupsi kembali mencuat. Tak tangung-tanggung kerugian negara mencapai Rp 2,3 triliun terkait pengadaan proyek KTP elektronik. Meski sedang gonjang ganjing pilkada serentak putaran kedua di DKI Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak memed

  • KPK Selidiki Kasus Korupsi Infrastruktur Di Bengkalis

    2 tahun lalu

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyelidiki kasus dugaan korupsi infrastruktur di daerah Bengkalis, Riau. Salah satu pejabat di Riau diduga terlibat dengan korupsi peningkatan jalan Batu Panjang-Ngiris di Bengkalis untuk tahun anggaran 2013-2015.

  • Soal Isu Status Tersangka Bupati Amril, Jubir KPK: Itu Hoaks!

    9 bulan lalu

    Beredarnya kabar dengan menyebutkan bahwa, Bupati Bengkalis Amril Mukminin sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal kasus dugaan korupsi proyek Multiyars Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Rupat, Tahun 2013-2015.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.