Minggu, 19 November 2017
Kamis, 07 September 2017 10:34:00

Begini Jadinya Kalau Jadi Tentara Gadungan

Oleh: Redaksi
Kamis, 07 September 2017 10:34:00
BAGIKAN:
Ilustrasi gambar tentara gadungan (foto/int)

POROSRIAU.COM--Anggota Pangkalan TNI Angkatan Lau Kotabaru, Kalimantan Selatan, mengamankan Nt (32), karena beraksi sebagai Tentara gadungan.

"Yang bersangkutan diamankan di sebuah percetakan," ujar Kommandan Angkatan Laut Kotabaru Letnan Kolonel Laut (E) Joko Andriyanto, seperti diberitakan Antara, Rabu (6/9/2017).

Awalnya, pria yang tercatat sebagai penduduk Pasuruan, Jawa Timur, itu berniat membuat kartu tanda anggota (KTA) TNI AL di sebuah percetakan di Jalan M Alwi, Pulaulaut Utara.

"Informasi itu lalu sampai ke telinga intel kami," lanjut Joko.

Nt lalu dibawa ke Detasemen Polisi Militer Angkatan Laut (Denpomal) Pangkalan Angkatan Laut Kotabaru.

Berdasarkan interogasi, pelaku diketahui pernah berdinas di TNI AL namun dipecat secara tidak hormat dengan pangkat terakhir kelasi dua.

Setelah desersi, ia tetap mengaku-ngaku sebagai tentara dengan motif gagah-gagahan dan memikat wanita.

"Sebelumnya saudara Nt pernah juga mengaku berpangkat mayor, sersan mayor. Hal-hal seperti ini tentunya akan merugikan institusi TNI khususnya Angkatan Laut," kata Joko.

Pascadiamankan, pelaku beserta barang bukti berupa tas yang berisi antara lain KTA palsu dan sejumlah seragam dinas TNI AL diserahkan ke Polres Kotabaru untuk proses hukum lebih lanjut.

"Pasal yang dipersangkakan Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP. Untuk lebih lanjut perkembangannya, satuan reskrim akan lebih mendalami," ujar Wakapolres Kotabaru Komisaris Yusriandi Yusrin.

Untuk sementara pelaku hanya disangkakan pasal pemalsuan identitas. Polisi masih mendalami kemungkinan tindak pidana lain seperti penipuan serta adanya korban yang dirugikan.(Viz/suara)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Roni: Ada Prosedur yang "Salah" Dalam Pembangunan Apartemen/Mall di Simpang SKA

    12 bulan lalu

    Ternyata pembangunan aparteman dan mall di simpang SKA yang menjadi masalah benama 'Living Word'. Dampak kerugian pada warga yang menyebabkan kerusakan rumah warga hingga air sumur kering dianggap ada prosedur yang salah.

  • Sutan Bhatoegana Wafat, Begini Kata-kata Ajaib Almarhum

    12 bulan lalu

    Jenazah Sutan Bhatoegana dikebumikan di Pemakaman Giri Tama, Parung, Kabupaten Bogor, pada Sabtu sore, 19 November 2016. Politikus Partai Demokrat itu wafat karena kanker liver.

  • Camat Bungaraya Gelar Rakor, Masalah IMB Jadi Agenda Utama

    12 bulan lalu

    Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar Pemerintah kecamatan Bungaraya Selasa (22/11/2016) sebanyak 4 Pokok masalah penting yang menjadi agenda pembahasan Rakor tersebut. Diantaranya, masalah jalan rusak akibat over tonase, Izin Mendirikan Bangunan (IMB),

  • Sasar Pajak Skala Besar, Masih Ada Rp 4 Miliar Potensi PBB Akan Ditagih Dispenda

    12 bulan lalu

    PEKANBARU (PR) - Dalam dunia perpajakan, ada yang disebut dengan data sampah. Data sampah artinya adalah data yang belum terverifikasi kebenarannya. Inilah yang tejadi saat ini di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Pekanbaru.

  • Masjid 60 Kurang Aso Wisata Religi Solok Selatan

    11 bulan lalu

    Pada masa lalu, di daerah Solok Selatan terdapat sebuah Kerajaan penting. Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu namanya. Hingga saat ini masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih terpelihara dengan baik

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.