Minggu, 21 Januari 2018
Kamis, 07 September 2017 10:34:00

Begini Jadinya Kalau Jadi Tentara Gadungan

Oleh: Redaksi
Kamis, 07 September 2017 10:34:00
BAGIKAN:
Ilustrasi gambar tentara gadungan (foto/int)

POROSRIAU.COM--Anggota Pangkalan TNI Angkatan Lau Kotabaru, Kalimantan Selatan, mengamankan Nt (32), karena beraksi sebagai Tentara gadungan.

"Yang bersangkutan diamankan di sebuah percetakan," ujar Kommandan Angkatan Laut Kotabaru Letnan Kolonel Laut (E) Joko Andriyanto, seperti diberitakan Antara, Rabu (6/9/2017).

Awalnya, pria yang tercatat sebagai penduduk Pasuruan, Jawa Timur, itu berniat membuat kartu tanda anggota (KTA) TNI AL di sebuah percetakan di Jalan M Alwi, Pulaulaut Utara.

"Informasi itu lalu sampai ke telinga intel kami," lanjut Joko.

Nt lalu dibawa ke Detasemen Polisi Militer Angkatan Laut (Denpomal) Pangkalan Angkatan Laut Kotabaru.

Berdasarkan interogasi, pelaku diketahui pernah berdinas di TNI AL namun dipecat secara tidak hormat dengan pangkat terakhir kelasi dua.

Setelah desersi, ia tetap mengaku-ngaku sebagai tentara dengan motif gagah-gagahan dan memikat wanita.

"Sebelumnya saudara Nt pernah juga mengaku berpangkat mayor, sersan mayor. Hal-hal seperti ini tentunya akan merugikan institusi TNI khususnya Angkatan Laut," kata Joko.

Pascadiamankan, pelaku beserta barang bukti berupa tas yang berisi antara lain KTA palsu dan sejumlah seragam dinas TNI AL diserahkan ke Polres Kotabaru untuk proses hukum lebih lanjut.

"Pasal yang dipersangkakan Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP. Untuk lebih lanjut perkembangannya, satuan reskrim akan lebih mendalami," ujar Wakapolres Kotabaru Komisaris Yusriandi Yusrin.

Untuk sementara pelaku hanya disangkakan pasal pemalsuan identitas. Polisi masih mendalami kemungkinan tindak pidana lain seperti penipuan serta adanya korban yang dirugikan.(Viz/suara)

Editor: Chaviz

Iklan Lowongan
copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Masjid 60 Kurang Aso Wisata Religi Solok Selatan

    tahun lalu

    Pada masa lalu, di daerah Solok Selatan terdapat sebuah Kerajaan penting. Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu namanya. Hingga saat ini masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih terpelihara dengan baik

  • Detik-detik Terakhir Imam NII Kartosoewirjo

    6 bulan lalu

    Dia dieksekusi dan dimakamkan di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu, bukan di Onrust seperti yang selama ini diyakini banyak orang. Dia diperlakukan secara Islami.

  • Pidato Politik Amien Rais Di Reuni 212: Kecebong, Asing, Aseng

    2 bulan lalu

    Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais memberikan pidato politik mengkiritik rezim Joko Widodo-Jusuf Kalla, dalam acara reuni mantan demonstran anti-Ahok di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017).

  • 5 Pelajaran Hidup Dari Kisah Endang Irawan, Driver Gojek Yang Hidupi 126 Santri

    2 minggu lalu

    Pria yang kerap disapa dengan Bang Soplo ini tidak hanya bekerja sebagai driver Gojek demi keluarganya saja, tapi juga untuk menghidupi 126 santriwati yang ia asuh. Dan hebatnya

  • Roni: Ada Prosedur yang "Salah" Dalam Pembangunan Apartemen/Mall di Simpang SKA

    tahun lalu

    Ternyata pembangunan aparteman dan mall di simpang SKA yang menjadi masalah benama 'Living Word'. Dampak kerugian pada warga yang menyebabkan kerusakan rumah warga hingga air sumur kering dianggap ada prosedur yang salah.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Poros Riau. All Rights Reserved.