Jumat, 23 Agustus 2019
Kamis, 08 Agustus 2019 09:21:00

Komunikasi Krisis PLN Harus Diperbaiki

Kamis, 08 Agustus 2019 09:21:00
BAGIKAN:
Fahira Idris

JAKARTA, POROSRIAU.COM-Wakil Ketua Komite I DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, jika komunikasi krisis PLN baik, tentunya tensi publik terhadap PLN pasca blackout semakin turun. Namun, dari amatannya, tensi negatif publik terhadap PLN semakin menjadi saja. Ini menandakan PLN tidak mempunyai strategi komunikasi saat terjadi krisis. Padahal, institusi seperti PLN yang core business melayani kebutuhan dasar manusia, komunikasi krisis adalah kunci pelayanan.

 

“Cara penyampaian informasi berbeda saat situasi normal dan situasi krisis. Pada situasi krisis semua informasi yang keluar terutama dari pejabat publik yang memiliki otoritas harus memiliki ‘sense of crisis’ sehingga semua informasi dan kebijakan yang keluar ke publik tidak bias apalagi ditafsirkan berbeda-beda. Ini yang tidak saya lihat dari PLN saat memberi keterangan awal terjadi black out,” ujar Fahira di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (7/8/2019).

 

Menurut Fahira, penyampaian informasi saat kondisi tidak normal seperti pemadaman massal listrik yang tiba-tiba kemarin harus mempunyai strategi dan menajemen atau sering disebut komunikasi krisis. Ini agar semua informasi, kebijakan, dan tindakan yang dilakukan PLN untuk menangani krisis yang terjadi akibat bencana semuanya terukur dan tepat serta membuat publik terutama mereka yang terdampak tenang dan merasa terlindungi.

 

Salah satu strategi yang harus ditempuh adalah keseragaman informasi, data dan menetapkan satu orang juru bicara. Lewat juru bicara inilah semua informasi terkait sebab pemadaman dan penangannya disampaikan ke publik. Jika ada stakeholder terkait lain yang ingin menyampaikan informasi harus berkoordinasi dengan PLN dan disampaikan di forum yang sama.

 

Fahira berpendapat saat ini, publik dibuat bingung karena terlalu banyak ‘mulut’ baik dari PLN maupun institusi diluar PLN yang bersuara mengenai sebab pemadaman. Ini menjadi persoalan karena informasinya berbeda-beda. Ada institusi yang dengan yakin mengatakan akibat pohon sengon, tetapi kemudian diragukan dan dibantah oleh institusi lainnya.

 

"Belum lagi soal pemadaman lanjutan dan bergilir yang informasi tidak komprehensif di mana saja. Ini semua membuat publik semakin kecewa terhadap kinerja PLN dan PLN harus segera perbaiki pola komunikasinya,” ujarnya. (GAT)

  Berita Terkait
  • Said Asmardin Staf Ahli Bupati Ajak Tingkatkan Kebersamaan Membangun Negeri

    2 tahun lalu

    MERANTI(POROSRIAU.COM) - Staf Ahli Bupati Kepulauan Meranti Bidang Ekonomi dan Keuangan Drs. Said Asmarudin MM, menghadiri acara Syukuran Hari Jadi Kecamatan Tebing Tinggi Timur yang Ke-7 Tahun 201

  • Diduga Cemari Lingkungan, DLH Akan Bekukan Izin Operasi PKS PTPN V Jika Tidak Ada Perbaikan

    tahun lalu

    Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Personil dari Kepolisian Resort (Polres) Rokan Hulu akan kembali meninjau ulang area zona Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Perkebunan Nusantara V (Persero) Sei Rokan, atas dugaan limbah yang mencemari parit, sungai kecil, hing

  • Johansyah Syafri: Pemkab Bengkalis Tak Tutup Mata Terhadap Kerusakan Infrastruktur

    9 bulan lalu

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis sama sekali tidak menutup mata terhadap rusaknya sejumlah infrastruktur jalan di daerah ini. Tidak terkecuali jalan Gajah Mada yang merupakan jalan poros Desa Tasik Serai Timur, Kecamatan Talang Muandau.

  • Anjlok Pemilu 2019, Pendiri Demokrat Tuding Kogasma Tidak Memiliki Dampak Signifikan

    2 bulan lalu

    JAKARTA (POROSRIAU.COM) - Nama Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY kembali jadi perbincangan. Kali ini, posisi AHY sebagai Komandan Kogasma partai berlogo bintang me

  • Pedoman Media Siber

    3 tahun lalu

    Pedoman Pemberitaan Media Siber Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklaras

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.