Sabtu, 18 April 2026
  • Home
  • NASIONAL
  • Korupsi KTP Elektronik, SBY: Kita Diuji Kembali oleh Tuhan
Selasa, 06 Februari 2018 17:10:00

Korupsi KTP Elektronik, SBY: Kita Diuji Kembali oleh Tuhan

Oleh: Redaksi
Selasa, 06 Februari 2018 17:10:00
BAGIKAN:
Susilo Bambang Yudhoyono.(Foto:Int)

JAKARTA(POROSRIAU.COM) - "Kita diuji kembali oleh Tuhan, dan Sejarah."

Demikian diutarakan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengawali konferensi persnya di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

SBY mengatakan itu terkait fitnah yang ditujukan kepadanya dalam  kasus korupsi proyek e-KTP.

Nama SBY sebelumnya disebut oleh kuasa hukum Setya Novanto, Firman Amir, dan politisi Partai Demokrat Mirwan Amir terkait korupsi proyek e-KTP.

 SBY menuturkan Firman Wijaya yang mengeluarkan penyataan di hadapan pers.

Di hadapan para kader dan pengurus Partai Demokrat, SBY berharap bisa menghadapi ujian fitnah tersebut.

"Mudah-mudahan kita semua dengan ikhtiar dan upaya yang kita lakukan serta dengan pertolongan Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa ujian ini dapat kita hadapi dan kita lulus," ucap SBY yang juga ditemani isterinya Ani Yudhoyono, dan kedua anaknya Agus H Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

SBY pun mengingatkan kembali sejumlah fitnah dan serangan-serangan politik yang pernah dialamatkan kepadanya dan keluarganya. M

ulai dari akan dilaksanakannya Pilkada DKI Jakarta.

"Saudara masih ingat saya dituduh menggerakkan dan mendanai sebuah aksi massa. Saya dituduh menggerakkan orang untuk melakukan pemboman istana," kenangnya.

Juga, lanjut SBY, saat itu rumahnya digeruduk massa pengunjuk rasa.

Dilansir Tribunnews.com, bahkan kata SBY, menjelang pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta, ada pernyataan dari mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar yang sangat tendensius dan sangat merugikan perjuangan politik Demokrat yang mengusung AHY menjadi Cagub.

"Calon yang kita usung saat itu kalah telak. Meskipun AHY dengan ikhlas, sabar dan tawakal menerima hasil yang diterimanya dulu dan kesatria. Dan di tempat ini mengucapkan selamat yang menang," jelas SBY.

Teladan AHY dan Demokrat tetap saja, tegas SBY, menyisakan hikmah dan pelajaran berharga bagi politik di tanah air.***

Editor: Chaviz Fernandez

  Berita Terkait
  • Darurat Korupsi

    9 tahun lalu

    KASUS korupsi kembali mencuat. Tak tangung-tanggung kerugian negara mencapai Rp 2,3 triliun terkait pengadaan proyek KTP elektronik. Meski sedang gonjang ganjing pilkada serentak putaran kedua di DKI Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak memed

  • Kesaksian Agen FBI, Johannes Marliem Beli Jam Tangan Mewah Untuk Setnov

    9 tahun lalu

    Holden juga mengungkapkan pembelian jam tangan mahal seharga USD 135.000 di Beverly Hills. Nantinya jam itu akan diberikan pada Ketua DPR Setya Novanto.

  • Ditunda Lagi, Saksi Bupati Amril Menghindar dari Awak Media

    8 tahun lalu

    -Agenda sidang ke sembilan (9) kasus dugaan pelanggaran pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) undang-undang Republik Indonesia No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi e

  • PDIP Sumut Bungkam, Japorman Saragih Jadi Tersangka KPK

    6 tahun lalu

    “Saya belum bisa beri komentar. Nanti saya hubungi kembali," ujar Sekretaris DPD PDIP Sumut Dr Soetarto MSi saat dikonfirmasi penetapan tersangka baru kasus suap Gatot Pujo Nugroho, Jumat (31/1).

  • Benarkah Ada Penguasa yg Incar Dahlan Iskan Hingga Jadi Tersangka?

    10 tahun lalu

    Penetapan Dahlan Iskan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pelepasan 33 aset PT Panca Wira Usaha (PWU), berupa tanah dan bangunan milik BUMD Provinsi Jawa Timur, oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, memunculkan isu baru.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.