Selasa, 11 Agustus 2020
  • Home
  • PEKANBARU
  • Gubri Minta Beri Sanksi Tegas Kepada Pelaku Karhutla Agar Jera
Selasa, 07 Juli 2020 12:58:00

Gubri Minta Beri Sanksi Tegas Kepada Pelaku Karhutla Agar Jera

Selasa, 07 Juli 2020 12:58:00
BAGIKAN:
PEKANBARU, POROSRIAU.COM - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyatakan komitmennya untuk terus menjaga Riau dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Terlebih saat ini Riau sudah mulai masuk musim kemarau yang membuat potensi kebakaran lahan semakin mudah terjadi.
 
"Makanya kita minta semua pihak, termasuk masyarakat agar jangan coba-coba membuka lahan dengan cara membakar," kata Gubernur Selasa, (07/07/2020).
 
Gubri meminta kepada aparat penegak hukum agar memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembakar lahan. Baik yang dilakukan oleh masyarakat maupun oleh perusahaan yang ada di Riau. Sanksi tegas harus dijatuhkan kepada pelaku usaha yang jelas-jelas telah membakar hutan dan lahan di Riau.
 
"Sanksi tegas harus ada agar para pelaku menjadi jera," kata Gubri Syamsuar.
 
Dalam rapat tersebut, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Riau atas upaya dan gerak cepat Pemerintah Provinsi Riau bersama Satgas Karhutla dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. 
 
Apresiasi disampaikan Mendagri terutama karena Pemprov Riau sejak awal telah mengambil kebijakan dengan menetapkan status siaga darurat karhutla mulai 11 Februari-31 Oktober 2020.
 
"Penetapan status siaga darurat lebih awal membuat kita menjadi lebih waspada dan siaga," kata Tito.
 
Selain itu, Pemprov Riau juga sudah menetapkan Perda No 1/2019 tentang Pedoman Teknis Penanggulangan Karhutla. Perda ini berkekuatan hukum sehingga pelaku yang melanggar dapat dipidanakan. "Ini bisa jadi contoh bagi provinsi lain," kata Mendagri saat Rakor di Jakarta belum lama ini. 
Editor: Muhanad Adhhari

Sumber: riaugreen.com

  Berita Terkait
  • Direksi KLK Diminta 'Panggil Pulang" Nagen

    8 bulan lalu

    Pernyataan tegas ini disampaikan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dumai, Andi Qadri kepada wartawan menyikapi proses dugaan kasus amoral yang melibatkan Nagen, Senin (09/12/2019) kepada awak media.

  • Jangan Ada Paksaan Penggunaan Atribut Natal kepada Karyawan

    4 tahun lalu

    PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Jelang Natal dan tahun baru yang tigggal hanya hitungan hari, hampir seluruh pelaku usaha di Kota Pekanbaru memberlakukan pemasangan atribut Natal kepada pekerjanya seperti penggunaan topi kerucut bergambar Sinterklas.

  • MPKS Minta Oknum Dishub Siak Pelaku Pungli di Jembatan Maredan Dipecat

    4 tahun lalu

    SIAK (POROSRIAU.COM) - Terkait beredarnya informasi di sejumlah media yang menyebutkan adanya oknum pegawai honorer Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Siak yang ditangkap aparat Kepolisian karena melakukan Pungutan Liar (Pungli) di kawasan Jembatan Sult

  • Disperindag Ajak DPRD Sama-sama Awasi Toko Modren

    3 tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Banyaknya toko modren seperti swalayan di Kota Pekanbaru yang tak mengantongi Izin Usaha Toko Modren (IUTM), ditanggapi anggota DPRD Kota Pekanbaru. Anggota dewan meminta kepada dinas terkait agar menindak tegas pelaku usaha, j

  • Sidak, Disperindag Dan Pertamina Temukan Pelaku Usaha Gunakan Gas Bersubsidi

    3 tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Banyaknya keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan gas 3 kilogram, serta mengantisipasi terjadinya penyelewengan gas 3 kilogram, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru bersama Pertamina, Senin (

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.