Minggu, 19 April 2026
  • Home
  • PEKANBARU
  • Isu Bakso Mengandung Babi, Roem: 'Perketat Pengawasan'
Selasa, 27 Desember 2016 13:17:00

Isu Bakso Mengandung Babi, Roem: 'Perketat Pengawasan'

Oleh: eza
Selasa, 27 Desember 2016 13:17:00
BAGIKAN:
int
Iustrasi

PEKANBARU- Pemerintah Kota Pekanbaru dalam hal ini Diperindag Pekanbaru, Dinas Kesehatan, dan BPOM Pekanbaru diminta perketat pengawasan terhadap produk penjualan makanan di Kota Pekanbaru.

Pasalnya, saat ini warga Kota Pekanbaru sedang dihebohkan isu penjualan bakso yang diduga mengandung babi atau celengan di Jalan Ronggowaristo.

" Saya minta masyarakat tidak resah dan langsung mempercayai soal isu itu. Karena sampai saat ini belum ada pembuktian, bisa saja itu persoalan persaingan bisnis saja, dan isu tersebut sengaja dilemparkan oleh oknum-oknum tertentu untuk menjatuhkan usaha seseorang" Demikian disampaikan anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Roem Diani saat dikonfirmasi melalui selulernya, Selasa (27/12).

Politisi PKS ini juga menegaskan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam hal ini Disperindag, Diskes, BPOM bahkan MUI harus memperketat pengawasan produk makanan yang beredar di masyarakat.

" Kita tidak bisa berpegang pada isu saja, tapi harus ada pembuktian dan diteliti, serta diumumkan agar masyarakat tidak resah dan pedagang tidak dirugikan," jelasnya.

Bahkan, Lanjut Roem lagi, Pemerintah seharusnya jauh-jauh hari sudah bergerak melakukan pengawasan, tujuannya untuk memastikan produk makanan yang diperjual belikan kepada masyakat aman dan halal untuk dikonsumsi bagi masyarakat Kota Pekanbaru yang mayoritas muslim.

" Kita minta pengawasan diperketat, jangan setelah ada isu baru bergerak, bahkan Pemberian izin usaha juga tidak sembarangan, tetapi harus betul-betul ditelaah secara mendalam terutama dari segi kesehatan dan kehalalan makanan tersebut," ungkapnya.

Untuk itu Roem berharap, pemerintah bisa lebih tanggap lagi terhadap perosoalan seperti ini, pengawasan dilapangan harus ditingkatkan.

"Persoalan ini harus jadi pelajaran buat kita semua, pengawasan juga harus ditingkatkan dan berkala, baik yang dilakukan Diskes, Diperindag, BPOM, jangan menunggu ada isu baru kasak kusuk, yang namanya berkaitan dengan makanan sangat sensitif, apalagi penduduk kita mayoritas muslim," ungkap Roem. (Eza)

Editor: chaviz

  Berita Terkait
  • DPRD Minta Distanak Ungkap ke Publik Kasus Bakso Bercampur Daging Babi

    9 tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Adanya dugaan daging bakso di wilayah Kota Pekanbaru tercampur dengan daging babi, yang mana oleh sebagian umat Islam haram, ditanggapi oleh anggota DPRD Kota Pekanbaru.

  • Kecam Bakso Mekar, Noviwaldy: Proses Dan Adili Pemiliknya

    9 tahun lalu

    Warga Pekanbaru digegerkan dengan keluarnya pengumuman Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) menyatakan bakso mekar di jalan Ahmad Dahlan positif mengandung babi

  • Disperindag Pekanbaru Pantau Peredaran Daging Celeng

    9 tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Panjang menggagalkan penyelundupan dua ton daging babi hutan atau celeng di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, Sabtu (20/5/2017), sekitar pukul 22.30 WIB.

  • Diskes Benarkan Bakso Mekar Ahmad Dahlan Positif Mengandung Babi

    9 tahun lalu

    Dalam surat tersebut, BBPOM merekomendasikan Diskes Pekanbaru untuk memberikan sanksi penghentian sementara kegiatan selama 21 hari kerja terhadap usaha bakso Mekar yang berada di Jalan Ahmad Dahlan Pekanbaru.

  • Positif Mengandung Babi, Sigit Yuwono Minta Dinas Terkait Tutup Bakso Mekar Ahmad Dahlan

    9 tahun lalu

    Mengetahui hasil uji BBPOM yang mengumumkan bakso Mekar di Ahmad Dahlan di perjualbelikan ternyata mengandung babi memicu kekecewaan legislatif Kota Pekanbaru dan mendesak agak pelaku usaha bakso Ahmad Dahlan ini tutup.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.