Rabu, 11 Februari 2026
  • Home
  • DUMAI
  • Masako Gelar Seminar Anti Korupsi, Resah Melihat Uang Rakyat "Berhamburan"
Jumat, 09 Januari 2026 09:32:00

Masako Gelar Seminar Anti Korupsi, Resah Melihat Uang Rakyat "Berhamburan"

Jumat, 09 Januari 2026 09:32:00
BAGIKAN:
Ketua Masyarakat Sipil Anti Korupsi Kota Dumai, Edo Yulihendri

DUMAI, POROSRIAU.COM - Resah melihat uang rakyat disalah gunakan oleh oknum tertentu dengan dalih kepentingan masyarakat, Masako (Masyarakat Sipil Anti Korupsi) menyelenggarakan seminar anti korupsi yang diagendakan pada 21 Januari 2026, dengan mengangkat isu, "Uang rakyat jangan disalah gunakan".

Selain menghadirkan beberapa pembicara atau pegiat hukum lokal, panitia juga mendatangkan narasumber dari luar kota. Bahkan panitia penyelengara telah menghubungi divisi pencegahan korupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Ketua Masyarakat Sipil Anti Korupsi Kota Dumai, Edo Yulihendri saat ditemui menjelaskan, pihaknya sengaja mengelar seminar anti korupsi. Karena banyak persoalan hukum yang terjadi akibat penyalahgunaan uang rakayat dengan dalih kepentingan masyatakat.

"Kita lihat dengan mata telanjang, penyelengara atau pemangku kebijakan menghambur-hamburkan uang rakyat dengan dalih untuk kepentingan masyatakat . Padahal kepentingan pribadi dan kelompok," ujarnya.

Menurut ketua Keluarga Besar Putra Putri Abyasa Jalasena Riau ini, potensi menyalahgunakan uang rakyat sangat besar, misalnya pelaksanaan proyek pembangunan yang kurang bermanfaat tapi tetap dikerjakan, proyek drainase yang tidak tepat sasaran serta pembangunan yang tidak ada manfaatnya.

"Banyak proyek dibangun namun tidak bisa dimanfaatkan maka terjadi pemubaziran anggaran," jelas Edo.

Selain itu, akibat kegiatan yang kurang bermanfaat akhirnya tergelincir kedalam pusaran hukum, salah satu contoh, proyek pengadaan alat medis MOT (Moduler Operation Theater) saat ini sedang dalam proses di Kejaksaan Negeri Dumai.

"Beberapa alat medis yang anggaran belanjanya mengunakan angaran daerah kini terbaring ( rusak ) di ruangan karena lama tidak di operasikan, padahal nilai belanja nya miliaran rupiah," pungkasnya.

Selain itu, pembangunan beberapa pasar baik pasar Lepin, pasar Kelakap Tujuh maupun Pulau Payung (pasar buah) menyisakan persoalan baru bahkan ada pasar yang telah siap di bangun hingga kini masih terbengkalai.

"Ini bentuk pemborosan anggaran. Proyek dikerjakan tanpa studi dan perencanaan yang matang akibatnya hingga kini terbengkalai," ujar Edo.

Atas dasar itu, pihaknya sengaja mengelar seminar anti korupsi dengan tema jangan salah gunakan uang rakyat agar pemangku kepentingan bisa membuka hati dalam mengunakan uang rakyat.

"Kita berharap dengan seminar anti korupsi nanti, pejabat tidak lagi menghambur hamburkan uang rakyat dengan dalih kepentingan masyarakat. Hentikan menyalahgunakan uang rakyat," tutup Edo Yulihendri. (54f)

  Berita Terkait
  • Masako Bakal Buka-bukaan Potensi Penyalahgunaan Uang Rakyat di Seminar Interaktif

    3 minggu lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Lembaga pegiat anti korupsi kota Dumai, Masako (Masyarakat Sipil Anti Korupsi) kota Dumai, mengaku akan buka-bukaan terkait banyaknya dugaan potensi penyalahgunaan uang rakya

  • Semua Anggota Dewan Punya Pokir, Jatah Pimpinan Lebih Besar dari Anggota.

    2 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Anggota DPR merupakan wakil rakyat yang dipilih secara konstitusi untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.  Wajar jika, masyarakat berharap dan memiliki harapan be

  • Jika Langgar Aturan, Wabup Tak Segan Copot Jabatan Pegawai

    10 tahun lalu

    MERANTI (PR) - Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H. Said Hasyim serius melihat dan mengamati prilaku pegawai dilingkungan Pemkab. Meranti, dirinya tak ingin kerusuhan di Meranti yang terjadi baru-baru ini terulang, dan ditakutkan kerusuhan justru t

  • Ungku Saliah, Kakek Berkopiah di Sejumlah Rumah Makan Padang

    9 tahun lalu

    KESAKTIANNYA jadi buah bibir urang awak. Dipercaya membawa keberuntungan, potret Ungku Saliah kerap dijumpai di rumah makan Padang. Fenomena ini pun diangkat sejumlah mahasiswa dalam skripsinya.

  • Ini Lima Hal Yang Masih Kurang Di Pemerintahan Jokowi-JK Menurut SBY

    9 tahun lalu

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bicara soal hal-hal yang dianggapnya masih kurang di pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wapres Jusuf Kalla. Ada lima hal yang dikritik SBY.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.