Rabu, 11 Februari 2026
  • Home
  • DUMAI
  • Pabrik dan Gudang Penyebab Drainase Menyempit, BWSS Riau Segera Keluarkan Rekomendasi
Kamis, 18 Desember 2025 09:58:00

Pabrik dan Gudang Penyebab Drainase Menyempit, BWSS Riau Segera Keluarkan Rekomendasi

Kamis, 18 Desember 2025 09:58:00
BAGIKAN:
Di hadapan Manager Teknik Budi Syafrizal, Ketua Komisi III DPRD Dumai Hasrizal, dan BWSS Riau, Aktivis Aruk Rizki Kurniawan melompat ke dalam parit yang dangkal

DUMAI,POROSRIAU.COM - Balai Wilayah Sungai Sumatera, Propinsi Riau akan segera mengeluarkan rekomendasi atas temuan lapangan saat turun lapangan bersama DPRD Dumai dan Dinas dan instansi terkait penyebab terjadinya banjir di kota Dumai.

Pantauan di lapangan, saluran air yang berada dekat Gudang 004 Pelindo, dan dulunya aliran air Sungai Mesin di Jalan Yos Sudarso terjadi penyempitan dan pendangkalan.

Selanjutnya aliran air dari Sungai Masang yang berada di depan Gudang 005 Pelindo kondisinya berbelok-belok dan penuh sendimen lumpur.

Sedangkan aliran air yang dulunya adalah Sungai Buluh Kasap kini kondisinya berganti drainase yang posisinya berada di bawah bangunan gudang.

Drainase yang berada di antara PT Wilmar dan PT IBP itu melayani aliran air dari Buluh Kasap dan parit Hangtuah.

Anak Sungai Hangtuah yang sudah diganti menjadi drainase di samping PT Pelita Agung Agriindustri terjadi penyempitan karena pembangunan tanki timbun PT Dumai Bulking.

Sedangkan yang dulunya Parit Seismik diganti drainase yang alirannya berada di bawah bangunan kontainer PT Kreasijaya Adhikarya. Drainase ini menampung aliran air dari wilayah kecamatan dumai kota.

Sementara Sungai Parit Pomal atau Sungai Kamboja yang dulunya berada di Jalan Kamboja ditimbun dan dibangun tanki timbun milik PT Ivo Mas.

Sementara pantauan di luar kawasan Pelindo, aliran air dari parit Jalan Tenaga ditutup Pelindo dan dialihkan ke parit menuju ujung Jalan Sudirman dan saluran menuju ke laut menggunakan gorong-gorong kecil.

Hal ini diduga menjadi pemicu lamanya terjadi genangan air yang mengakibatkan banjir di kawasan Jalan Sultan Syarief Kasim dan Sudirman.

Sedangkan parit Jalan Hangtuah ditutup dan dialihkan ke gorong-gorong kecil yang sekaligus menampung aliran air dari Buluh Kasap. Aliran dari kawasan buluh kasap yang berada di kawasan Wilmar juga bermasalah akibat terjadinya pengecilan saluran air.

Aliran air yang berada di samping pintu gerbang Wilmar dibuat berbelok-belok hingga memperlambat jalannya air.

Dalam agenda Turlap tersebut, BWSS III Riau sekaligus melihat sejumlah bangunan di Jalan Sungai Masang, Sungai Rokan dan Jalan Sungai Siak yang hancur akibat sering terendam banjir.

"Semuanya sudah kita data, dan seluruh temuan serta fakta lapangan ini akan kita bahas di BWSS III untuk menentukan langkah yang akan diambil kedepannya," ujar Harlon Sofyan dari Tim Rekomtek BWSS III Riau. (54F)

  Berita Terkait
  • Terbukti! Penyempitan dan Pendangkalan Drainase Pelindo Penyebab Banjir

    satu bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Hasil temuan lapangan Badan Wilayah Sungai Sumatera II Propinsi Riau, pada tinjauan lapangan ke wilayah kerja PT Pelindo beberapa waktu lalu, membuktikan penyempitan dan pend

  • ARUK Menembus Benteng Arogansi PT Pelindo, Revisi RTRW Jurus Pamungkas

    2 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Kepala Dinas PUPR Dumai, Riau Satrya Alamsyah menyampaikan momen perjuangan ARUK sejalan dengan upaya pengendalian banjir yang sedang dilaksanakan. "Selama ini kita

  • Warganet Bersuara, Dukung DPRD Bongkar Bangunan Pabrik Sawit yang Berdiri di Atas Parit

    3 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Sejumlah pabrik kelapa sawit (PT Wilmar Group dan PT Inti Benua Perkasa) yang berdiri diatas anak sungai telah dirubah fungsikan menjadi parit agar segera dibongkar. 

  • Luar Biasa! Anak Sungai Jadi Parit, Pulau Ancak Jadi Daratan, Masyarakat Kebanjiran

    2 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Hasil turun lapangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah bersama Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan Kota Dumai dan sejumlah instansi terkait beberapa waktu lalu, menemukan

  • Sepekan Terakhir Sekolah Di Rohil Ini Digenangi Air, 500 Siswa Diliburkan

    8 tahun lalu

    Selain pemukiman penduduk, banjir juga merendam gedung Sekolah Dasar 07 Kepenghuluan Pedamaran, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rohil. Akibatnya 500 siswa terpaksa diliburkan.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.