Kamis, 27 November 2025 08:37:00
Warganet Bersuara, Dukung DPRD Bongkar Bangunan Pabrik Sawit yang Berdiri di Atas Parit
Kamis, 27 November 2025 08:37:00
DUMAI, POROSRIAU.COM - Sejumlah pabrik kelapa sawit (PT Wilmar Group dan PT Inti Benua Perkasa) yang berdiri diatas anak sungai telah dirubah fungsikan menjadi parit agar segera dibongkar.
Kini, wakil rakyat maupun Aliansi Rakyat Untuk Keadilan meminta agar parit parit tersebut dikembalikan menjadi anak sungai sebagai penampung air saat pasang rob mendapat respon warganet.
Keberadaan pabrik dan gudang di kawasan pelabuhan Pelindo, dituding sebagai salah satu penyebab banjir di kota Dumai.
Berdasarkan agenda turun lapangan DPRD Dumai bersama lintas komisi menemukan sejumlah bangunan pabrik dan gudang berdiri diatas parit yang dulunya adalah anak sungai tempat penampung air laut ketika pasang.
Pada kesempatan itu, rombongan yang di pimpin langsung ketua DPRD Dumai Agus Miswandi menegaskan persoalan ini, akan di kembali di bahas ditingkat yang lebih luas.
"Temuan kita di lapangan menunjukan adanya indikasi penyebab banjir karena parit yang tadinya adalah anak sungai berdiri diatasnya bangunan dan gudang. Dan akan kita bahas kembali dalam rapat yang lebih luas," ungkap Agus.
Ketua komisi III DPRD Dumai, Hasrizal SH, dengan tegas meminta kepada pihak yang berkompeten untuk segera memperbaiki parit yang tadinya anak sungai kembali seperti sedia kala.
"Kita telah melihat dengan mata kepala kita sendiri di lapangan. Bahwa ada bangunan berdiri diatas parit. Saya tegaskan untuk segera di perbaiki agar aliran air kelaut kembali lancar," tegasnya.
Sikap tegas wakil rakyat mendapat respon positif dari warganet, bahkan ada yang membenarkan, keberadaan bangunan dan gudang diatas parit merupakan penyebab lambatnya air laut surut saat pasang rob.
"Parit parit yang mengarah kelaut harus diaktifkan kembali, bongkar semua bangunan atau tangki yang dibangun diatas parit, mau menyelamatkan kota Dumai atau perusahaan," ungkap akun Zairul Amri Jas bertanya.
Akun atas nama Kaminudin, meminta penegasan, apakah parit atau anak sungai juga ikut dibebaskan oleh Pelindo. "Coba kita tanya pada saksi yang masih ada," ungkap Kaminudin.
Akun Martonilius dan Wan Fuadi dengan tegas meminta agar bangunan di atas parit milik perusahaan harus dibongkar. Karena sudah sejak dulu warga merasakan dampaknya.
Beda dengan akun Khaidir Egab, menceritakan tentang kondisi anak sungai yang dulu bisa dilalui kapal nelayan jenis tongkang. Bahkan, parit jalan Kamboja samping soutern hotel dan jalan Datuk Laksamana merupakan lintasan kapal tongkang.
Sejak dibangun tangki timbun dan bangunan pabrik kelapa sawit anak sungai berubah menjadi parit dengan lebar 1 meter.
"Saat air laut pasang dan curah hujan tinggi di kelurahan Dumai dan dan Dumai Timur selalu digenangi air cukup lama karena aliran air ke laut menyempit," ujar mantan Ketua Kadin Kota Dumai ini. (saf)
Bangunan PT Wilmar, PT IBP Berdiri di Atas Parit, ARUK dan Dewan Sepakat Harus Dibongkar dan Perbaiki
3 bulan laluDUMAI, POROSRIAU.COM - Temuan hasil turun lapangan DPRD Dumai lintas komisi dengan Aliansi Rakyat Untuk Keadilan (ARUK) dan sejumlah instansi pemerintah beberapa waktu lalu menemukan fakta mengejut
5 Anak Sungai Dialih Fungsikan Pelindo Menjadi Parit, Dewan Desak Dibongkar dan Diperbaiki
3 bulan laluDUMAI, POROSRIAU.COM - Kegiatan turun lapangan lintas fraksi DPRD Dumai sesuai aspirasi Aliansi Rakyat Untuk Keadilan (ARUK), menemukan 5 anak sungai di kawasan Pelabuhan Dumai telah dialih fungsik
Pulau Ancak Tempat Semah Warga Lenyap di "Pelupuh" Pelindo, Air Laut pun Mengalir ke Darat
3 bulan laluDUMAI, POROSRIAU.COM - Rombongan Anggota DPRD Dumai, dari lintas komisi dan masyarakat Aliansi Rakyat Untuk Keadilan ( ARUK) dalam agenda turun lapangan ke pelabuhan Pelindo Dumai, sebagai be
Luar Biasa! Anak Sungai Jadi Parit, Pulau Ancak Jadi Daratan, Masyarakat Kebanjiran
2 bulan laluDUMAI, POROSRIAU.COM - Hasil turun lapangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah bersama Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan Kota Dumai dan sejumlah instansi terkait beberapa waktu lalu, menemukan
Hasrizal Meradang, Sebut PT Pelindo Penjahat Lingkungan dengan Menutup 5 Anak Sungai
2 bulan laluDUMAI, POROSRIAU.COM - Ketua Komisi III DPRD Dumai membidangi lingkungan hidup, Hasrizal SH, meradang dan menyebut PT Pelindo Regional I Cabang Dumai sebagai Penjahat lingkungan. Dan meminta D









