Selasa, 21 April 2026
  • Home
  • DUMAI
  • Zainal Abidin Berang, Tatanan Pasar Kelakap Tujuh Dinilai Menyulitkan Pembeli
Selasa, 26 September 2017 20:19:00

Zainal Abidin Berang, Tatanan Pasar Kelakap Tujuh Dinilai Menyulitkan Pembeli

Oleh: Redaksi
Selasa, 26 September 2017 20:19:00
BAGIKAN:
Dewan Perwakilan Rakyat Kota Dumai dipimpin wakil ketua Zainal Abidin dan Komisi II bersama Dinas Perdagangan, Konsultan serta sejumlah perwakilan pedagang meninjau lokasi pasar Kelakap Tujuh. Selasa(26/09) (foto/Megy)

"Saya maunya kontruksi dan tatanan kios di pasar ini sesuai keinginan pedagang"

DUMAI(POROSRIAU.COM)- Sejak 2010 silam, pasar Kelakap Tujuh hingga kini belum difungsikan oleh pemerintah Kota Dumai. Sementara pembangunan pasar tersebut sudah menghabiskan puluhan miliar uang APBD.

Selasa (26/09/2017) Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Dumai dipimpin wakil ketua Zainal Abidin dan Komisi II bersama Dinas Perdagangan, Konsultan serta sejumlah perwakilan pedagang meninjau lokasi pasar yang kini tampak sudah mulai ringsek tersebut.

Dengan pengawalan pihak kepolisian dan Satpol PP, DPRD dan Dispendag berdialog bersama pedagang.

Melihat kondisi pembangunan pasar tidak beraturan dan banyaknya kontruksi yang salah memicu kemarahan Wakil Ketua DPRD Zainal Abidin.

"Saya maunya kontruksi dan tatanan kios dipasar ini sesuai keinginan pedagang. Ternyata ini kendala sejak 2010 sehingga pedagang tidak mau pidah kesini," ujar Zainal dihadapan Kadisperindag Zulkarnain berserta staff dan konsultan yang ikut hadir.

Perwakilan pedagang mengeluhkan pembangunan kios yang sempit serta tidak adanya akses jalan alternatif ditengah pasar sehingga pembeli harus berputar jauh untuk menyisir para pedagang.

Selain itu, kios pedagang kain tampak saling membelakangi dan tidak pada posisi berhadapan. Hal itu dinilai menyulitkan pembeli ketika sedang berbelanja.

Kesempatan yang sama, Kadisperindag berjanji akan menampung segala aspirasi pedagang dan melakukan revisi pembangunan pasar sebagaimana yang diinginkan pelaku usaha.

Dari hasil peninjauan gabungan ini menemukan kondisi pasar yang sudah mulai rusak, sejumlah bangunan tampak lapuk dan ada sisi kios dan akses jalan berlubang.

"Dalam waktu dekat akan kita undang seluruh pedagang untuk menampung aspirasi mereka, sehingga revisi pembangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pedagang.

Sebagai tambahan, pembangunan pasar Kelakap Tujuh dimulai pada 2011 sebesar Rp8,9 Miliar, ditambah lagi kucuran dana untuk pembangunan lapak baru pada 2015 sebesar Rp1,7 miliar dari pemerintah pusat.

Hingga kini belum bisa dioperasikan untuk relokasi pasar Dock yang kini telah memadati jalan Dock dan pasar Panglimo Gedang yang berdiri diatas tanah milik PT Patra Niaga.(Globalriau)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Kerja Kantor Pelayanan Pasar Dumai Dipertanyakan ?

    10 tahun lalu

    Keberadaan pasar Kelakap Tujuh kota Dumai hingga saat ini belum difungsikan secara maksimal dan terkesan mubazir.Padahal pembangunan pasar tersebut telah menghabiskan anggaran negara 9.8 milyar rupiah

  • Detik-detik Terakhir Imam NII Kartosoewirjo

    9 tahun lalu

    Dia dieksekusi dan dimakamkan di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu, bukan di Onrust seperti yang selama ini diyakini banyak orang. Dia diperlakukan secara Islami.

  • Terkait Orasi H Gedang, Walikota Dumai Akan Tempuh Jalur Hukum

    8 tahun lalu

    Masyarakat Kota Dumai sempat dibuat geger oleh pernyataan Awaluddin saat menggelar aksi unjuk rasa bersama para pedagang di pasar Panglimo Gedang beberapa hari lalu, ucapan yang dilontarkan pengelola pasar tersebut berbuntut panjang.

  • Revitalisasi Bangunan Kios Dinilai Gagal, SUA Minta Disperindag Tanggung Jawab

    10 tahun lalu

    Berupaya terus menjalin silaturrahmi dan dekat dengan masyarakat, kali ini sasaran calon Wakil Walikota Pekanbaru nomor urut 5, Said Usman Abdullah (SUA) mendatangi pasar Rumbai di jalan Sekolah Rumbai, Kamis (10/11).

  • Karut Marut Wajah Pasar Kota di Dumai, Terbengkalai Hingga Minim Sentuhan

    10 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Sejumlah pasar yang dibangun Pemerintah Kota Dumai, dengan sumber dana dari keuangan daerah terlihat banyak terbengkalai dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bahkan, ko

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.