Sabtu, 16 Februari 2019
  • Home
  • EKONOMI
  • Meningkat, Utang Pemerintah Tembus Rp 4.478 T
Jumat, 16 November 2018 07:53:00

Meningkat, Utang Pemerintah Tembus Rp 4.478 T

Oleh: Redaksi
Jumat, 16 November 2018 07:53:00
BAGIKAN:
Ilustrasi.(Foto:Int)

JAKARTA(POROSRIAU.COM)--Jumlah total utang pemerintah kembali meningkat di Oktober 2018. Hal itu diumumkan oleh Kementerian Keuangan saat konfrensi pers APBN KITA.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan jajarannya pejabat eselon I Kemenerian Keuangan tidak menyebutkan secara langsug total utang pemerintah per Oktober 2018.

Berikut Rnciannya;

1.Tembus Rp 4.478,57 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali mencatat utang pemerintah pada Oktober 2018 naik menjadi Rp 4.478,57 triliun. Sebelumnya di September utang pemerintah di September sebesar Rp 4.416,37 triliun.

Berdasarkan data APBN KITA yang dirilis Kemenkeu, Kamis (15/11/2019) utang pemerintah per Oktober 2018 naik Rp 62,2 triliun atau tumbuh 1,4% jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan Oktober 2017, utang pemerintah naik Rp 584,97 triliun. Posisi utang pemerintah pada Oktober tahun lalu sebesar Rp 3.893,60 triliun.

2. Rincian Utang Pemerintah

Untuk pinjaman luar negeri sebesar Rp 827,57 triliun, yang terdiri dari bilateral sebesar Rp 334,63 triliun, multilateral sebesar Rp 446,94 triliun, komersial sebesar Rp 46 triliun dan suppliers tidak ada alias nihil. Sedangkan pinjaman dalam negeri sebesar Rp 6,35 triliun.

Selanjutnya, utang yang berasal dari SBN sebesar Rp 3.644,65 triliun atau 81,38% dari total utang pemerintah per Oktober 2018. SBN tersebut terbagi dalam dua mata uang, untuk yang berdenominasi rupiah sebesar Rp 2.570,54 triliun dengan rincian SUN sebesar Rp 2.149,64 triliun dan SBSN sebesar Rp 420,89 triliun.

Untuk SBN yang berdenominasi valas sebesar Rp 1.074,12 triliun dengan rincian SUN sebesar Rp 838,10 triliun dan SBSN sebesar Rp 236,02 triliun.

3.Perbandingan Utang Pemerintah di Oktober 2017 dan 2018

Utang pemerintah per Oktober 2018 kembali naik Rp 62,2 triliun menjadi Rp 4.478,57 triliun jika dibandingkan posisi September yang sebesar Rp 4.416,37 triliun. Dalam setahun utang pemerintah naik Rp 584,87 triliun jika dibandingkan dengan posisi Oktober 2017 yang sebesar Rp 3.893,60 triliun. 

Berdasarkan data APBN KITA, Kamis (15/11/2018), utang yang berasal dari pinjaman nilainya pada Oktober 2017 sebesar Rp 736,54 triliun, sedangkan pada Oktober 2018 sebesar Rp 833,92 triliun.

Perbedaan juga terjadi pada komposisi utang yang berasal dari surat berharga negara (SBN). Pada Oktober 2017 sebesar Rp 3.157,06 triliun sedangkan pada Oktober 2018 sebesar Rp 3.644,65 triliun.

Berikutnya, SBN yang berdenominasi rupiah pada Oktober 2017 sebesar Rp 2.246,16 triliun, yang berdenominasi valas sebesar Rp 374,26 triliun. Sedangkan pada Oktober 2018, SBN yang berdenominasi rupiah sebesar Rp 2.570,54 triliun dan yang berdenominasi valas sebesar Rp 1.074,12 triliun.***

Editor: Chaviz

Sumber: detik.com

  Berita Terkait
  • Arisan Online, Gadis 19 Tahun ini Tipu Korban Hingga Miliaran Rupiah

    3 bulan lalu

    Kasus ini kita ungkap berawal adanya pengaduan dari korban sebanyak 21 orang. awalnya arisan ini lancar, tapi setelah ada beberapa anggota yang mengikuti arisan tidak membayar maka terjadilah

  • Cadangan Devisa Terus Meningkat

    tahun lalu

    Menanggapi posisi cadangan devisa Indonesia yang terus meningkat, Gubernur BI Agus DW Martowardojo menuturkan, hal tersebut tidak lepas dari kondisi makroekonomi Indonesia yang baik. Pemulihan ekonomi juga terus berjalan.

  • Jubir PSI Heran Prabowo Tak Paham soal Utang Negara

    7 bulan lalu

    Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi heran dengan buruknya pemahaman Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto terhadap konsep utang negara.

  • Indonesia dan Arab Saudi, Siapa Membutuhkan Siapa?

    2 tahun lalu

    POROSRIAU.COM--Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi terus melambat dalam dua tahun terakhir. Setelah mencatat pertumbuhan fenomenal sebesar 10 persen pada 2011, perekonomian negara teluk itu kemudian turun pada 2012, dengan pertumbuhan 5,4 persen dan turun lagi

  • Kelahiran Generasi Z, Kematian Media Cetak

    2 tahun lalu

    Di Indonesia, melihat kehadiran internet secara komersial di sini pada 1994, bisa dibilang Generasi Z adalah mereka yang lahir medio 1990-an hingga medio 2000-an.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.