Kamis, 05 Juli 2018 09:48:00
Pengangkatan Jenazah Korban KM Sinar Bangun Dihentikan, Anggiat Gabe Sinaga: Masyarakat Kecewa Berat!
Oleh: Redaksi
Kamis, 05 Juli 2018 09:48:00
POROSRIAU.COM--Langkah pemerintah menghentikan pengangkatan itu dianggap lari dari tugas dan tanggung jawab, dengan membiarkan masyarakat menanggung sendiri beban persoalan yang ditinggalkan di Kawasan Danau Toba (KDT).
Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHAM) Anggiat Gabe Sinaga menyebutkan, tidak kurang dari 164 jenazah penumpang KM Sinar Bangun harus dilanjutkan pengangkatannya dari dasar danau.
"Masyarakat, terutama keluarga para korban tidak ikhlas jika itu dihentikan. Harus dilanjutkan. Negara dan pemerintah harus bertanggung jawab melanjutkannya," tutur Anggiat.
Apalagi, lanjut dia, posisi KM Sinar Bangun dan jenazah sudah diketahui keberadaannya di kedalaman 450 meter di dasar Danau Toba. Menurut Anggiat Gabe, tinggal upaya dan kemauan pemerintah untuk mengangkatnya.
"Masyarakat kecewa berat dengan sikap dan kebijakan pemerintah yang hanya lepas tangan dengan berbagai dalil yang dipaksakan ke masyarakat. Sudah ketahuan kok posisi bangkai kapal. Kenapa tidak dilanjutkan?" ujarnya.
Dia menambahkan, sejauh ini, masyarakat tidak butuh tabur bunga di Danau Toba. Masyarakat dan keluarga korban juga tidak ikhlas jika hanya dijadikan pembangunan monumen.
"Kami akan menggugat pemerintah kalau tidak dilanjutkan," tegasnya.
Hal senada disampaikan Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P Simanjuntak. Menurut dia, upayaaAktivis Ratna Sarumpaet yang turun ke wilayah Danau Toba dan memprotes sejumlah pejabat di sana, termasuk Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, adalah bagian dari penolakan kebijakan menghentikan pengangkatan jenazah dan bangkai kapal.
"Perjuangan Ratna Sarumpaet yang menolak penghentian bangkai kapal dan jenazah korban patut kita dukung," kata Bastian.
Operasi terpadu pencarian korban Kapal Motor Sinar Bangun resmi dihentikan, Selasa (3/7), karena Badan SAR Nasional menganggap upaya itu tak akan menemukan korban selamat maupun jenazah yang utuh.
"Kalaupun jenazah dapat ditarik, sudah tidak utuh lagi, cuma dapat tangan. Pencarian tidak efektif dan korban tidak lagi ditemukan," ujar Budiawan.
Koordinator tim pencarian, Budiawan menyebut penghentian operasi didasarkan pada kesepakatan antara keluarga korban, Pemkab Simalungun, Jasa Raharja, Basarnas, dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi. Menurut dia, para pihak tersebut mempertimbangkan biaya, peralatan, hingga waktu untuk menemukan seluruh korban dan mengangkat bangkai kapal.
Operasi pencarian KM Sinar Bangun berlangsung selama 16 hari dan Basarnas menyatakan sebanyak 164 penumpang belum ditemukan.
Angka korban hilang itu muncul meski awak kapal tak membuat manifes saat hendak berlayar dari Tigaras menuju Simanindo.
Selama pencarian, 21 penumpang diselamatkan semenara tiga penumpang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Pekan lalu, platform robotik bawah permukaan air sempat digunakan oleh tim pencari dapat memotret citra jenazah dan kendaraan yang diduga diangkut KM Sinar Bangun namun robot itu disebut tersangkut tali yang melilit di sekitar bangkai kapal.
KM Sinar Bangun tenggelam 18 Juli lalu di perairan Danau Toba, dalam perjalanan dari Simanindo dan Tigaras. Menteri Perhubungan Budi Karya Samadi menyebut kapal itu hanya mengangkut lebih dari 180 orang meski berkapasitas 43 penumpang.
Sejauh ini Polda Sumatera Utara menetapkan empat tersangka atas peristiwa itu, yaitu pemiliki sekaligus nahkoda Sinar Bangun, Poltak Soritua Sagala, dan tiga pegawai Dinas Perhubungan.***
Editor: Chaviz
Sumber: rmol.co
PT RPI Babat Kebun Masyarakat dan Rusak 4 Unit Jembatan, Dimana Pemerintah Dan DPRD ?
10 tahun laluInhu (Porosriau.Com) - Sebanyak 33 Kelompok tani yang memiliki dan menguasai 2500 haktare lahan kelapa sawit di Desa Lubuk Batutinggal Kecamatan Lubuk Batujaya Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) menyampaikan surat pengaduan ke DPRD Inhu.
Sesalkan Cagar Budaya Pekanbaru Hilang, Fathullah Minta Renovasi Mesjid Raya Dihentikan
9 tahun laluAnggota DPRD Kota Pekanbaru, H Fathullah menyesalkan cagar budaya Kota Pekanbaru yang merupakan bukti sejarah yakni mesjid raya Senapelan di hapus. Pasalnya saat ini bangunan mesjid raya tidak lagi seperti awal berdiri dahulu, revitalisasi membuat banguna
Sepasang Suami Istri Dicokok Polisi, Diduga Pelaku TPPO
8 tahun laluDalam pengrebekan ini, Polisi bisa menyelamatkan 23 orang perempuan, yang mayoritas statusnya Ibu Rumah Tangga (IRT), dan dua anak perempuan dibawah umur, diduga akan menjadi korban (TPPO) ke luar negeri.
Kasus Tewasnya Anggota Sat Samapta Polres Dumai di Dream Box, Kompolnas Bakal Turun Tangan
9 bulan laluDUMAI, POROSRIAU.COM - Anggota Kompolnas, Dr. Yusuf Warsyim, S.Ag., M.H Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bakal turun tangan untuk mengecek kasus tewasnya anggota Sat Samapta Polres Dumai
Wabup Rohul : Jadikan Sebagai Sarana Pengembangan Prestasi
10 tahun laluejuaraan daerah (Kejurda) Indonesia Karate-Do (INKADO) Riau IV 2016, yang berlangsung selama dua hari, Minggu dan Senin (17 s/d 18/7) memperebutkan piala PT Astra Agro Lestari (AAL) dan Kapolres Rokan Hulu (Rohul), di Gedung Olah Raga (GOR) PT Eka Dura In









