MEDAN - Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan II melaksanakan kegiatan Studi Lapangan (Stula) ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas dengan tujuan untuk memperluas wawasan peserta mengenai penyelenggaraan pelayanan publik serta menggali berbagai praktik baik yang telah diterapkan oleh BBPOM di Medan. Kamis (08/10/2026).
Kegiatan Studi Lapangan menjadi sarana bagi para peserta untuk belajar secara langsung melalui proses berbagi pengalaman, observasi, dan diskusi mengenai pengelolaan organisasi serta inovasi pelayanan publik. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru, tetapi juga mendapatkan inspirasi yang dapat diadaptasi dan diimplementasikan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan kerja masing-masing.
Kegiatan diawali dengan keberangkatan peserta dari AIHO Hotel Medan pada pukul 07.30 WIB. Rombongan tiba di BBPOM di Medan pada pukul 08.00 WIB dan disambut dengan hangat oleh Kepala BBPOM di Medan, Bapak Mojaza Sirait, beserta jajaran.
Rangkaian kegiatan kemudian dibuka dengan sambutan dari Ibu Ira Yulita, selaku perwakilan Lembaga Administrasi Negara (LAN), Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Kinerja. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Bapak Mojaza Sirait selaku Kepala BBPOM di Medan.
Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan pemaparan mengenai Profil Organisasi BBPOM di Medan yang disampaikan oleh Bapak Mojaza Sirait, dilanjutkan materi Layanan Publik di BBPOM di Medan oleh Bapak Jufri Sibarani, serta materi Inovasi Layanan Publik di BBPOM di Medan yang disampaikan oleh Bapak Sri Wardono.
Setelah seluruh materi pemaparan disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Peserta menggali berbagai informasi mengenai core issue atau isu strategis yang dihadapi BBPOM di Medan, termasuk bagaimana organisasi mengidentifikasi permasalahan, menentukan prioritas, serta menyusun langkah penyelesaian untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
Diskusi juga membahas mengenai indikator keberhasilan penyebaran informasi kepada masyarakat, termasuk bagaimana mengukur apakah informasi yang disampaikan telah menjangkau, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain itu, peserta menggali strategi BBPOM di Medan dalam memastikan inovasi pelayanan publik yang telah dikembangkan dapat terus berjalan, dievaluasi, dan memberikan dampak nyata sehingga tidak berhenti sebagai program sesaat atau menjadi inovasi yang terbengkalai.
Peserta memperoleh pemahaman bahwa keberlanjutan inovasi membutuhkan dukungan berbagai aspek, antara lain komitmen pimpinan, sumber daya manusia, monitoring dan evaluasi, pengukuran dampak, serta kemampuan organisasi untuk terus menyesuaikan inovasi dengan kebutuhan masyarakat.
Setelah sesi pemaparan dan diskusi, peserta kemudian melakukan kunjungan lapangan ke ruang pelayanan BBPOM di Medan. Peserta melihat secara langsung proses pelayanan, fasilitas pendukung, serta berbagai upaya yang dilakukan untuk memberikan pelayanan yang efektif, transparan, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kunjungan dilanjutkan dengan melihat fasilitas Laboratorium Pangan, Laboratorium Pengujian Obat Bahan Alam dan Suplemen Kesehatan, serta Laboratorium Pengujian Kosmetik. Melalui kunjungan tersebut, peserta memperoleh gambaran secara langsung mengenai proses pengujian serta dukungan laboratorium dalam pelaksanaan tugas pengawasan obat dan makanan.
Kegiatan Studi Lapangan kemudian ditutup dengan foto bersama antara peserta PKP Angkatan II, perwakilan Lembaga Administrasi Negara, Kepala BBPOM di Medan beserta jajaran. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme.
Melalui kegiatan ini, peserta PKP Angkatan II diharapkan mampu membawa pulang berbagai praktik baik dan pembelajaran yang diperoleh untuk kemudian diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik unit kerja masing-masing, sehingga dapat mendorong terwujudnya pelayanan publik yang semakin efektif, inovatif, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. **