Jumat, 19 April 2019
  • Home
  • SIAK
  • Tim BP3-RP Targetkan Pembentukan Provinsi Riau Pesisir Rampung di Tahun 2020
Minggu, 09 April 2017 14:22:00

Tim BP3-RP Targetkan Pembentukan Provinsi Riau Pesisir Rampung di Tahun 2020

Oleh: Atok
Minggu, 09 April 2017 14:22:00
BAGIKAN:
Atok
Edy Muhammad Yatim S.Sos MSi, Sekretaris Umum Tim BP3-RP

SIAK (POROSRIAU.COM) - Semangat juang pembentukan Provinsi Riau Pesisir terus dikobarkan oleh Tim Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Riau Pesisir (BP3-RP). Mulai dari upaya lobi-lobi ke Pemerintah Pusat, penyusunan peta wilayah, hingga pengumpulan data dan dukungan dari masyarakat bawah yang ada di pelosok-pelosok desa/kampung.

Berdasarkan jumlah penduduk dan potensi alam yang dimiliki oleh Enam Kabupaten/Kota di wilayah Riau Pesisir, Tim BP3-RP yakin dan percaya jika nantinya Provinsi Riau Pesisir terbentuk, maka keenam daerah tersebut akan bisa lebih maju dan berkembang. Sebagaimana dikemukakan oleh Sekretaris Umum BP3-RP Edy Muhammad Yatim S.Sos MSi, Sabtu (8/4/2017) sore kemarin, saat melakukan sosialisasi bersama masyarakat Kampung Banjar Seminai Kecamatan Dayun Kabupaten Siak.

"Saat ini APBD Provinsi Riau hanya berkisar sekitar Rp10,4 Triliun, sementara daerah Kabupaten/Kota yang menjadi bagian dari rumah tangganya ada 12, yakni Kabupaten Inhil, Inhu, Kuansing, Kampar, Pelalawan, Rohil, Rohul, Meranti, Bengkalis, Siak, Dumai dan Pekanbaru, sehingga tidak menutup kemungkinan, program pembangunan akan terasa sangat sulit untuk digesa jika tidak ada upaya kita melakukan pemekaran/pemisahan," terang Edy Muhammad Yatim.

Dengan adanya pemekaran. Otomatis 12 Kabupaten/Kota yang ada di wilayah Provinsi Riau akan mengecil, sehingga program-program pembangunan diharapkan bisa lebih merata dan lebih terjangkau.

"Lambatnya sektor pembangunan di sejumlah daerah di Riau (khususnya di wilayah pesisir, red) disebabkan karena wilayah Provinsi Riau terlalu besar dan luas, ditambah lagi faktor keuangan (APBD, red) yang memang dirasa sangat minim. Maka dari itu, jika daerah kita (Riau, red) ini dimekarkan, otomatis pembangunan akan lebih mudah diakomodir, karena wilayahnya semakin mengecil," lanjutnya.

Enam Kabupaten/Kota yang akan menjadi bagian dari Provinsi Riau Pesisir adalah Kabupaten Siak, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Rohil, Dumai dan Duri. Yang mana saat ini keenam Kabupaten/Kota tersebut masih menjadi bagian dari wilayah Provinsi Riau, dan rata-rata keenam Kabupaten/Kota tersebut memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup memadai. Sehingga kemampuan otonominya sudah tidak diragukan lagi jika nantinya benar-benar berpisah dari Provinsi Riau.

"Dengan segala potensi yang dimiliki oleh keenam Kabupaten/Kota di wilayah Riau Pesisir ini, kita yakin jika Provinsi Riau Pesisir terbentuk maka pembangunan akan lebih maju dan berkembang, oleh sebab itu saat ini Tim BP3-RP terus berjuang dan menyiapkan segala sesuatu (administrasi, red) yang diminta oleh pemerintah pusat. Dan untuk di Kabupaten Siak sudah cukup banyak dukungan yang kita dapatkan," imbuhnya lagi.

Dijelaskannya juga, bahwasanya pada awal tahun 2018 mendatang pemerintah pusat akan kembali membuka moratorium bagi daerah-daerah yang ingin mengajukan permohonan pembentukan provinsi baru. Sehingga saat ini Tim BP3-RP terus menggesa dan melakukan pengkajian serta pengumpulan dukungan dari masyarakat-masyarakat yang ada di wilayah Riau Pesisir, agar upaya pembentukan Provinsi Riau Pesisir ini bisa segera terwujud.

"Kami dari BP3-RP berharap Provinsi Riau Pesisir ini bisa secepatnya terwujud. Dengan demikian proses untuk mewujudkan kesejahteraan dan pembangunan di wilayah ini dapat digesa. Apalagi sebagian daerah kita ini berada di perbatasan Singapura dan Malaysia, tentu arus globalisasi akan lebih dulu menerpa Riau Pesisir dalam era keterbukaan dunia nantinya, dan insya Allah proses pembentukan Provinsi Riau Pesisir ini sudah rampung pada tahun 2020 mendatang, karena pada awal tahun 2018 nanti, pemerintah pusat akan kembali membuka moratorium bagi daerah-daerah yang ingin mengajukan pemekaran," tutupnya. (Atok)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Abrasi Meranti Capai 15 Meter/Tahun

    2 tahun lalu

    Meranti (Porosriau.com) - Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Kepulauan Meranti, menyebut bahwa abrasi di wilayah pesisir Provinsi Riau itu rata-rata mencapai 15 meter per tahun. Sekretaris BPPD Kepulauan Meranti, Muhammadiah di Sela

  • Pembentukan Provinsi Riau Pesisir Kembali Digaungkan, Tim BP3RP Mulai Sosialisasi ke Desa-desa

    2 tahun lalu

    Desas-desus akan dimekarkannya wilayah Provinsi Riau, telah menjadi bagian dari perbincangan hangat di kedai kopi sejak sekitar Sepuluh tahun yang lalu. Namun sampai saat ini wacana tersebut tak kunjung terwujud. Sehingga sebagian besar masyarakat Riau (k

  • Ribuan Warga Hadiri Festival Mandi Safar 2018

    5 bulan lalu

    Ribuan warga meramaikan dan ikut memeriahkan tradisi Mandi Safar di Pantai Tanjung Lapin Desa Tanjung Punak Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Rabu (7/11).

  • Rokan Hilir Berpotensi Di Bidang Perikan Dan Budidaya Kerang Laut

    2 tahun lalu

    Kabupaten Rokan Hilir memiliki daya tarik dan kenggulan dilihat dari investasi perikanan baik dari perikanan tangkap, budidaya dan pengolahan hasil perikanan untuk komoditi perikanan laut denga memiliki suMber daya hayati (dapat Pulih).

  • Program City Gas Cara Pemko Pekanbaru Penuhi Kebutuhan Masyarakat

    tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Berbagai persoalan terkait kelangkaan gas elpiji selalu saja terjadi, baik kelangkaan akibat ulah pangkalan nakal yang kerap menjual gas elpiji kepada pedagang kecil dengan jumlah banyak, maupun kelangkaan diakibatkan pelaku us

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.