Kamis, 30 April 2026
  • Home
  • SIAK
  • Warga Mengeluh Soal Debu, Masroni Desak Kontraktor Ambil Tindakan
Jumat, 16 November 2018 20:35:00

Warga Mengeluh Soal Debu, Masroni Desak Kontraktor Ambil Tindakan

Oleh: Redaksi
Jumat, 16 November 2018 20:35:00
BAGIKAN:
Debu dampak pengerjaan jalan.(Foto:r)

SIAK(POROSRIAU.COM)- Warga mulai keluhkan banyaknya debu dampak dari pengerjaan penambalan (patching) jalan nasional yang terdapat di kecamatan Lubuk Dalam, Siak.

Sidik (62), warga setempat mengaku hampir setiap hari (Bila musim panas) dia dan warga lainnya terkena dampak proyek jalan itu.  Ia meminta kepada pihak kontraktor melakukan penyiraman agar warga sekitar terhindar dampak debu tersebut.

BACA JUGA

"Kalau tidak pemerintah, ya kontraktor juga harus berperan. Jangan diam saja. Mungkin kontraktornya tidak pernah merasakan pedihnya mata akibat debu jalan itu. Sebab dia naik mobil," ungkap Sidik.

Dirinya  menambahkan, munculnya debu saat mobil melintasi jalan ini juga membuat warga setempat menjadi resah. Masyarakat khawatir diserang penyakit ganguan pernapasan (Ispa).

"Ya takut lah, debu ini kan berbahaya terhadap pernapasan, apalagi sekarang musim tidak menentu, kadang hujan, kadang panas," jelas Sidik.

Mengenai keluhan warga ini, salah seorang Calon Legeslatif daerah pemilihan (dapil) II Siak dari PKB, Masroni mendesak agar kontraktor bersama PPK 05 satuan kerja pelaksana jalan nasional wilayah II Provinsi Riau, untuk melakukan penyiraman jalan yang diperbaiki tersebut. Sebab, debu itu sangat menggagu masyarakat.

"Setelah adanya proyek fantastis ini, warga lebih sering merasakan debu jalanan, sehingga membuat beberapa warga mengalami gangguan kesehatan. Karena itu, warga juga tidak nyaman melewati jalan ini, baik siang maupun malam,'' kata pria dengan nomor urut 9 pada Pileg dapil II dari PKB ini.

Ia menambahkan, selain gangguan kesehatan seperti pernafasan, akibat debu tersebut perabot rumah tangga warga yang berada disekitar pelaksanaan proyek itu juga lebih cepat kotor.*

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Pulau Rupat Dikapling-Kapling Pengusaha

    10 tahun lalu

    Ah Kam, pria asli Rupat yang berdomisili di kota Dumai diduga kuat memiliki lahan perkebunan kelapa sawit dan karet mencapai 1.000 hektar berlokasi di Dusun I RT 03/RW 01 desa Dungun Baru

  • Diminta Tindaklanjuti ‘Kasus’ Pertamina Dumai, DLH Dideadline Sepekan

    7 tahun lalu

    HMI Cabang Dumai memberikan tenggat waktu sepekan kepada DLH. Soalnya, tidak didengar pernyataan yang jelas dan tegas dari DLH terkait sikap apa dan tindakan apa yang akan dilakukan untuk menindaklanjuti ‘kasus’ PT. Pertamina RU II Dumai

  • PT MUK Blak-blakan Soal Penggunaan Tanah Timbun Ilegal

    8 tahun lalu

    Pembangunan jalan Nasional dari Simpang Logo sampai Mengkapan-Tg Buton, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, Riau sepanjang 100 km yang menelan biaya Rp140 Miliar yang dimenangkan oleh PT Mutu Utama Kontruksi Akui Gunakan (PT MUK), ternyata menggunakan mater

  • Masyarakat Keluhkan Perbaikan Jalan Soekarno Hatta Yang Tidak Sesuai Dengan SOP, Hingga Memakan Korban

    4 tahun lalu

    Sebelumnya sudah banyak warga yang mengeluh bahkan sempat terjatuh di lokasi yang sama, namun sampai hari ini belum ada tindakan pencegahan dari kontraktor maupun pihak terkait.

  • Warga Desak Pelindo Dumai Peduli, Denew: Kami Hanya Dapat Racun Busuk Perusahaan

    7 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Masyarakat sepanjang area pelabuhan Pelindo mulai gerah dengan sikap sejumlah perusahaan yang mengabaikan kesehatan masyarakat maupun lingkungan. Aktifitas perusahaan se

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.