Jumat, 23 Agustus 2019
  • Home
  • DUMAI
  • Pertamina Dumai: Sesuai Dengan Statmen Kami Saja
Senin, 12 Agustus 2019 16:40:00

*Jawab Soal Dugaan Pengrusakan Lingkungan

Pertamina Dumai: Sesuai Dengan Statmen Kami Saja

Senin, 12 Agustus 2019 16:40:00
BAGIKAN:
Tampak mangrove yang sudah ditebang, diprediksi umurnya sudah puluhan tahun dan ini termasuk jenis mangrove yang langka.

DUMAI(POROSRIAU.COM)- Menghadapi dua tuduhan serius terkait isu perusakan lingkungan, PT. Pertamina RU II Dumai melakukan klarifikasi. Namun, jawabannya harus sesuai dengan statmen yang sudah dibuat.

Klarifikasi disampaikan oleh staf Humas PT. Pertamina RU II Dumai, Didik Andrian kepada porosriau.com, Senin (12/08/19).

Begini jawabannya "Pada dasarnya kami ucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh berbagai pihak terkait operasional bisnis Pertamina. Terkait isu penebangan mangrove  liar yang sebelumnya diangkat dalam somasi yang dikirimkan oleh salah satu LSM Kota Dumai kepada Pertamina, kami telah membalas surat somasi yang dikirimkan tersebut, dan sudah kami anggap sebagai case closed, karena tidak ada tanggapan lebih lanjut dari LSM tersebut,".

Selanjutnya,"Karena pada dasarnya isu terkait penebangan mangrove secara liar itu tidak benar, Area tersebut masih dalam area kerja Pertamina yang sebelumnya merupakan tanaman semak (tidak hanya mangrove) dan tempat hewan-hewan liar berkembang biak (seperti ular, biawak,dll). Sehingga, dapat membahayakan pekerja. Kami lakukan perapihan dan akan kami tata kembali menjadi taman penghijauan di sekitar lokasi kerja bagian marine. Dan, kami sudah mengundang Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai untuk memverivikasi bahwa area tersebut bukan merupakan area konservasi mangrove dan tidak memiliki fungsi sebagai penahan abrasi,".

 Kemudian,"Apabila perihal ini masih menarik perhatian beberapa pihak, termasuk mahasiswa, kami akan dengan sangat terbuka menjelaskan detail kejadian, sehingga rekan-rekan mahasiswa dapat memperoleh gambaran lebih utuh mengenai hal tersebut.Tidak setengah-setengah, apalagi informasi yang diframing untuk keuntungan pihak tertentu,"demikian jawaban lengkapnya.

 Disoal tentang mangrove yang ditebang apakah dianggap tidak terlalu penting karena dianggap bagian semak. Kemudian, mangrove  yang ditebang salah satunya telah berusia puluhan tahun dan bagian jenis langka, apa tidak terlalu penting ?

Didik hanya menjawab singkat," Sesuai dengan statment kami saja ya pak," pungkasnya.

Selanjutnya, terkait dugaan penimbunan limbah B3, kembali Didik menjawab singkat,"Kami masih menunggu berita acara resmi dari DLH Dumai pak,"tutupnya  

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,tuduhan pertama soal 'pembantaian' tanaman mangrove langka yang sudah berusia puluhan tahun  di areal pesisir pantai kilang Pertamina.Tuduhan kedua terkait penimbunan limbah B3 di areal operasional perusahaan dan dilakukan sudah puluhan tahun.

Tidak tanggung-tanggung, tuduhan 'pembantaian' ekosistem atau perusakan lingkungan ini diungkap dalam waktu berdekatan. 'Pembantaian' mangrove di kawasan pesisir pantai Pelsus Pertamina RU II Dumai yang disebut sebagai mangrove generasi terakhir dan masuk dalam 20 persen areal hijau lingkungan hidup ini diungkap oleh media online www.lepunews.com tertanggal, 24 Juli 2019 lalu. Bahkan, 'pembantaian' mangrove disebut terindikasi dilakukan tersistem. Bahkan, salah seorang penggiat lingkungan dengan spesifikasi mangrove,Darwis Mohd Saleh, ikut menyesalkan perbuatan yang dilakukan oleh pihak PT Pertamina RU II Dumai. Dikatakannya, persoalan 'pembantaian' mangrove yang dilakukan oleh pihak Pertamina merupakan wujud ketidakpedulian atau kesemenaan terhadap pengelolaan kawasan pesisir, notabene yang seharusnya memberi contoh serius penyelamatan mangrove di kawasan Kota Dumai.

Masih hangat-hangatnya isu 'pembantaian' mangrove tersebut, tuduhan serius kedua muncul, mengungkap indikasi keterlibatan pihak PT. Pertamina RU II Dumai terhadap pengrusakan lingkungan. Dan, tuduhan serius ini muncul dalam rentang waktu berdekatan. Sebagaimana dimuat oleh media online, infestigasi.com tertanggal 30 juli 2019 mengungkapkan dugaan peran pihak Pertamina UP II sekarang RU II Dumai terhadap penimbunan limbah B3. Kejadian, penimbunan limbah ini telah berlangsung puluhan tahun lamanya dan sengaja ditimbun di area X (sepuluh). Segala jenis zat kimia atau limbah dibuang dan dikuburkan di hamparan tanah kosong yang telah dipersiapkan dengan diameter 50 meter dengan kedalaman 100 meter.

Sumber informasi itu diketahui pada tahun 1992-1994 ketika penulis atau wartawan www.infestigasi tersebut bekerja sebagai mandor kontraktor di pekerjaan rutin Good House Keeping (GHK) B, di bawah pengawasan Fire Safety / Lindungan Lingkungan atau di singkat FS/LL.Saat itu ada 5 GHK, dari A sampai E, sementara area kerja GHK B dari depan kilang kantor Hyperkes hingga di belakang kawasan tumpukan coke.

Sebagaimana dikutip, menurut pembicara dari FS/LL Pertamina Pusat ketika melakukan penyuluhan tentang FS/LL di Diklat Pertamina RU II jalan Sultan Syarif Kasim pada tahun 1993 kepada seluruh mandor di bawah pengawasan FS/LL, pembicara yang tidak di ketahui namanya, menyebutkan bahwa limbah B3 yang di tanam Area X jangan sampai di ketahui warga sekitar, karena limbah B3 tersebut yang di timbun dalam tanah mendekati pinggir laut,  beberapa puluh tahun kemudian akan meresap di bawah permukaan tanah dan akan mengurai zat kimia bercampur air serta akan meresap.”Kalau hal ini di ketahui warga akan menuntut perusahaan, dan di khawatirkan warga akan menuntut pembebasan atau ganti rugi tanah”, ujar narasumber tersebut.

Di duga, saat ini limbah B3 Pertamina RU II di area  X masih tertimbun, namun gundukan limbah B3 telah di timbun dengan tanah dan tidak tampak secara kasat mata.Apalagi di sekitar kawasan area X ini telah berdiri tegak Tanki timbun BBM raksasa untuk menampung Minyak mentah atau Crude Oil.

Konfirmasi yang di ajukan kepada Manager HSSE Pertamina RU II Dumai yang membawahi FS/LL via pesan singkat, Seno Haryono, selasa, 30 juli 2019 terkait dugaan penimbunan limbah B3 di area X, Seno menjawab singkat, tidak ada penimbunan.Setelah di jawab keterangan Seno bahwa penulis melihat langsung ada penimbunan limbah B3, di mana pada tahun 1992-1994 menjadi mandor GHK B di bawah pengawasan FS/LL, Seno tidak menjawab.(r****)

 

  Berita Terkait
  • Saksi Kunci Siap Tunjukkan 'Dosa' Pertamina

    42 menit lalu

    DUMAI (POROSRIAU.COM)-  Misteri dugaan pembuangan limbah B3 oleh pihak PT. Pertamina RU II Dumai, tampaknya mulai menguak fakta kebenaran. Saksi kunci menyatakan siap menunjukkan titik lokasin

  • Kembangkan BUMD, PT. Pembangunan Dumai Terobos Enam Divisi

    3 tahun lalu

    Tak hanya pembangunan batching plant saja yang menjadi andalan dari perusahaan yang beralamat di Jalan Patimurra, Kelurahan Datuk Laksamana, Kecamatan Dumai Kota ini, sejumlah peluang pun telah dicanangkan Bennedy Boeiman selaku Direktur BUMD PT Pembangun

  • Tidak Sesuai Bestek, Over Lay Jalan Bintan Dumai di Stop !!

    3 tahun lalu

    Pekerjaan lanjutan over lay jalan Bintan kota Dumai yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD) tahun 2016 menjadi perhatian serius bagi warga sekitar yang melihatnya.

  • Komisi III Minta PU Polisikan Kontraktor Nakal

    3 tahun lalu

    DUMAI (POROSRIAU.com)- Ketua komisi III DPRD Kota Dumai Hasrizal SH, meminta Dinas Pekerjaan Umum melaporkan para kontraktor nakal ke Polisi jika ditemukan adanya pelaksanaan proyek yang tidak sesu

  • GNPK RI : Komisi III Jangan Sebatas Hoax

    3 tahun lalu

    DUMAI(POROSRIAU.com)- Masalaah Proyek overlay jalan Bintan yang diduga kuat dikerjakan timses Zulkifli As yang pengerjaannya tidak sesuai dengan bestek yang ada mendapat perhatian serius dari semua

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.