Rabu, 29 September 2021
  • Home
  • INHU
  • 3 Pejabat ASN Inhu Tersangka Korupsi, Negara Dirugikan 1,9 M
Rabu, 26 Juni 2019 23:56:00

3 Pejabat ASN Inhu Tersangka Korupsi, Negara Dirugikan 1,9 M

Rabu, 26 Juni 2019 23:56:00
BAGIKAN:
Foto :Ilustrasi

INHU (POROSRIAU.COM) - Polisi melimpahkan berkas perkara dugaan kasus korupsi honor pendamping desa di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Indragiri Hulu Riau kepada Kejaksaan Negeri setempat. Kasus ini merugikan Negara hingga Rp1,9 miliar.

Paur Humas Polres Indragiri Hulu Aipda Misran mengatakan, tiga orang tersangka yang merupakan pejabat Dinas dan berstatus Aparatur Sipil Negara tersebut turut diserahkan. Selanjutnya, penyidik Kejari Inhu langsung melakukan penahanan.

“Tiga pejabat ASN yang jadi tersangka tersebut yakni SR mantan Kepala BPMD Kabupaten Inhu, SB mantan Sekretarisnya dan BRN selaku pejabat pelaksanaan teknis kegiatan,” ujar Misran, Rabu (26/06).

Menurut Misran, kelengkapan berkas perkara korupsi ini sebagaimana dalam Surat Kejaksaan Negeri Inhu Nomor : B-1072/L.4.12/Ep.1/05/2019 tertanggal 14 April 2019 perihal pemberitahuan hasil penyidikan perkara sudah lengkap (P21).

Sebelumnya Polres Inhu melakukan penyidikan terhadap tiga tersangka tersebut atas kasus dugaan korupsi honor tenaga pendamping desa dan dana transportasi pendamping desa yang diduga diselewengkan.

Selain itu juga terkait dugaan korupsi terhadap dana transfortasi pengelola UEF SP pada kantor BPMD Inhu tahun anggaran 2012, 2013 dan 2014.

“Dari hasil penyidikan, dan audit akibat kasus dugaan korupsi itu, negara dirugikan mencapai sekitar Rp 1.939.950.000," jelas Misran.

Kasi Intelijen Kejari Indragiri Hulu, Bambang Dwi Saputra membenarkan adanya pelimpahan tiga tersangka dugaan korupsi.

Atas pelimpahan itu, kejaksaan langsung melakukan penahanan untuk 20 hari ke depan.

Bambang menyebutkan, ada dua tersangka yang langsung ditahan. Sedangkan satu orang tersangka gagal ditahan lantaran mengalami sakit gagal ginjal.

"Tersangka SB dan BRN ditahan dan dititipkan di Rutan kelas II B Rengat. Sedangkan SR tahanan kota karena alasan kesehatan. Ini dibuktikan adanya surat keterangan dari dokter. SR menderita penyakit gagal ginjal stadium tiga,” kata Bambang. (grc/red)

Editor: Redaksi

  Berita Terkait
  • Tiga Pejabat Bea Cukai Mangkir dari Panggilan KPK

    5 tahun lalu

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyayangkan tidak hadirnya tiga pejabat Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok yang dijadwalkan diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap terkait permohonan uji materi perkara di Mahkamah Konstitusi.

  • Andi Narogong Duduki Kursi Terdakwa, Jaksa KPK Beberkan Peran Setya Novanto

    4 tahun lalu

    Tersangka kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Andi Agustinus alias Andi Narogong akhirnya duduk di kursi terdakwa.

  • Proyek Jembatan Waterfront, Negara Dirugikan Milliaran Rupiah

    3 tahun lalu

    JAKARTA (POROSRIAU.COM) – Tersangka korupsi Jembatan Waterfront City,Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau telah ditetapkan tersangka oleh KPK sebanyak 2 orang.   Dua tersangka yang

  • Mantan Kadisos Riau dan Dua Konsultan Ditahan

    5 tahun lalu

    ROHUL (POROSRIAU.COM)-- Berkas dugaan korupsi proyek rumah sederhana untuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Kabupaten Rokan Hulu tahun anggaran 2012 lalu, melibatkan mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Riau Said Saqlul Amri, serta dua Konsultan

  • Belasan Miliar Mengalir di Pipa Air

    5 tahun lalu

    Para stakeholder yang diduga kuat melakukan penyalahan wewenang hingga menimbulkan kerugian negara puluhan miliar tidak tersentuh dengan hukum. bahkan para saksi sudah bolak balik diperiksa namun belum ada tersangka

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.